Lamine Yamal: Rekor dan prestasi juara Euro serta Piala Dunia dalam sorotan
Piala Dunia

Lamine Yamal: Rekor dan prestasi juara Euro serta Piala Dunia dalam sorotan

Lamine Yamal Ukir Rekor Juara Euro dan Piala Dunia

Lamine Yamal mencatat sejarah pada Senin, 20 Juli 2026, di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Pemain Spanyol itu ikut membawa negaranya juara Piala Dunia 2026 usai menang 1-0 atas Argentina. Gelar itu membuat Yamal menjadi remaja pertama yang menjuarai Euro dan Piala Dunia.

Spanyol memastikan trofi Piala Dunia keduanya lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Meski bukan pencetak gol di final, Yamal tetap masuk catatan penting. Ia meraih dua gelar mayor dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Sebelumnya, Yamal tampil gemilang saat membawa Spanyol menjuarai Euro 2024. Saat itu, ia masih berusia 17 tahun dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Dua tahun kemudian, ia kembali mengangkat trofi besar di Piala Dunia 2026.

Kontribusi Yamal di turnamen dunia memang tidak sebesar saat Euro 2024. Namun, pemain Barcelona itu tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Spanyol. Ia mencetak satu gol sepanjang turnamen dan mulai tampil reguler sejak fase gugur.

Sempat diragukan karena cedera

Perjalanan Yamal menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu mengalami cedera hamstring tingkat dua saat membela Barcelona pada April 2026. Cedera itu membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat.

Barcelona dan tim medis timnas Spanyol kemudian bekerja sama memulihkan kondisinya. Upaya itu membuahkan hasil menjelang turnamen. Yamal kembali bugar tepat waktu dan masuk skuad Luis de la Fuente ke Amerika Utara.

Pada fase grup, menit bermainnya masih dibatasi karena kondisi kebugaran. Memasuki fase gugur, perannya kembali besar di sisi kanan serangan. Ia lalu ikut membawa Spanyol melangkah sampai menjadi juara.

Rekor lahir sejak fase grup

Momen penting Yamal di Piala Dunia 2026 terjadi saat Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi pada fase grup. Ia hanya butuh 11 menit untuk mencetak gol. Gol itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda Spanyol di Piala Dunia pada usia 19 tahun 343 hari.

Catatan itu juga menempatkan Yamal sebagai pemain termuda sejak Pele pada Piala Dunia 1958 yang mampu mencetak gol di ajang tersebut. Rekor itu menambah daftar pencapaian Yamal di usia yang masih sangat muda.

Koleksi trofi sebelum usia 20 tahun

Meski belum genap 20 tahun, Yamal sudah mengoleksi enam trofi bersama klub dan tim nasional. Trofi pertamanya datang saat Barcelona menjuarai La Liga musim 2022-2023. Setelah itu, ia meraih Euro 2024 bersama Spanyol.

Bersama Barcelona, Yamal juga memenangkan Piala Super Spanyol, Copa del Rey, dan La Liga. Pada musim 2025-2026, ia kembali mengangkat Piala Super Spanyol. Gelar itu diraih setelah Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-2 di Arab Saudi pada Januari.

Sejauh ini, satu trofi besar yang belum diraih Yamal adalah Liga Champions. Meski begitu, pencapaiannya sudah menempatkannya di jajaran pemain muda paling sukses. Semua itu diraih sebelum usianya menyentuh 20 tahun.

Banjir pujian dari tokoh besar sepak bola

Penampilan Yamal juga mendapat perhatian dari banyak nama besar. Lionel Messi mengaku terkesan dengan pencapaian pemain muda Spanyol itu.

“Apa yang dilakukan dan telah dicapai Lamine sejauh ini benar-benar mengesankan. Dia sudah menjadi juara Eropa bersama Spanyol.”

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menilai Yamal punya bakat langka.

“Dia adalah pemain yang sangat bagus. Dia dianugerahi bakat oleh Tuhan. Beberapa pemain memang memiliki sesuatu yang istimewa. Saya tidak ingin membandingkannya dengan siapa pun, tetapi jika berbicara soal talenta, para superstar, para jenius sepak bola, dan mereka yang mencatat sejarah selalu memiliki sesuatu yang berbeda.”

Pelatih Barcelona Hansi Flick juga memberi penilaian serupa.

“Dia adalah tipe pemain yang berbeda, seorang jenius. Dia benar-benar istimewa.”

Pep Guardiola menyoroti kematangan bermain Yamal yang jauh di atas usianya.

“Seorang pemain biasanya baru mencapai tingkat kematangan seperti dirinya ketika berusia 24 atau 25 tahun. Untuk pemain yang sangat berbakat seperti dia, terkadang orang berharap ia melakukan sesuatu yang luar biasa setiap kali memegang bola, seperti memasukkan tembakan tiga angka ala Stephen Curry. Padahal tidak selalu begitu. Dia bisa turun menjemput bola, memainkan umpan satu sentuhan, beristirahat sejenak, lalu kembali memainkan umpan sederhana. Dia menggiring bola dalam jarak pendek, melewati lawan, memberikan umpan, lalu pada akhirnya memenangkan pertandingan untuk timnya.”

Cristiano Ronaldo juga menilai Yamal berkembang di tempat yang tepat.

“Anak ini berkembang dengan sangat baik. Dia berada di klub yang sangat membantunya, begitu pula di tim nasional. Dia berada di lingkungan yang ideal agar kualitas luar biasanya terus berkembang.”

Erling Haaland pun memberi komentar singkat.

“Pemain ini luar biasa.”

Rekor lain bersama Barcelona

Sebelum juara Piala Dunia, Yamal lebih dulu memecahkan sejumlah rekor di Barcelona. Lulusan La Masia itu menjadi starter termuda di Liga Champions UEFA pada usia 16 tahun 83 hari. Ia juga menjadi pemain termuda yang tampil di El Clasico pada usia 16 tahun 107 hari.

Selain itu, Yamal menjadi pemain termuda Barcelona yang mencapai 50 penampilan resmi saat berusia 16 tahun 310 hari. Deretan pencapaian itu belum mampu diraih Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo pada usia yang sama.

Dengan gelar Euro dan Piala Dunia sebelum usia 20 tahun, Yamal terus menambah daftar prestasinya. Namanya kini masuk dalam catatan penting sepak bola modern.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar