Sumsel United Ajukan Banding atas Hasil Lisensi Klub I.League
Sepakbola Indonesia

Sumsel United Ajukan Banding atas Hasil Lisensi Klub I.League

Sumsel United memastikan akan mengajukan banding atas hasil Pelisensian Klub (Club Licensing Cycle) 2025/2026 yang diumumkan I.League pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Palembang.

Keputusan itu disampaikan manajemen klub setelah pengumuman hasil lisensi yang keluar pada Rabu (13/5) masih berstatus keputusan tingkat pertama. Karena itu, Sumsel United akan memanfaatkan fase banding yang dibuka hingga 22 Mei 2026.

Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama (CSU) Erick Yuniman mengatakan klub masih perlu melengkapi satu dokumen. Dokumen itu berupa surat dari auditor.

“Dari lima aspek yang dibutuhkan dalam proses Club Licensing Cycle, seperti sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, legalitas, hingga kondisi finansial klub, kami hanya tinggal melengkapi surat dari auditor saja. Mudah-mudahan Senin nanti semuanya sudah beres,” kata Erick.

Erick menegaskan Sumsel United optimistis dapat memenuhi seluruh kriteria yang diminta. Klub berjuluk Laskar Juaro itu memburu status granted agar bisa tampil di Championship musim 2026/2027 tanpa sanksi pengurangan poin.

Manajemen juga menyatakan dukungan terhadap program Club Licensing Cycle yang dijalankan I.League. Program itu dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme dan tata kelola klub sesuai regulasi nasional serta standar AFC.

“Program Club Licensing Cycle sangat baik karena membuat klub terus melakukan pengembangan di berbagai aspek serta mendukung peningkatan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia ke depan,” ujar Erick.

Sebelumnya, I.League merilis hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 untuk sejumlah klub. Delapan klub mendapat status granted untuk lisensi ACL 2.

Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Dewa United Banten FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. Sementara delapan klub lain memperoleh status granted with sanctions.

Mereka adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, dan Persijap Jepara. Dari kategori lisensi Super League, ada sembilan klub yang dinyatakan granted.

Kesembilan klub itu ialah PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan. Adapun untuk lisensi Championship, FC Bekasi City mendapatkan status granted.

Bagi Sumsel United, fase banding menjadi kesempatan untuk melengkapi syarat yang belum terpenuhi. Klub berharap proses itu tuntas sebelum batas akhir pada 22 Mei 2026.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar