Sumber gambar: kabarnusantara.id
Sepakbola Indonesia

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija, Klub Siapkan Anggaran Besar

Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru untuk menghadapi Liga 1 musim 2026/2027. Penunjukan itu diumumkan di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026).

Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut dikontrak selama tiga musim. Kehadirannya menjadi bagian dari proyek besar Macan Kemayoran untuk membidik gelar juara Liga 1 dan bersaing di kompetisi Asia.

Manajemen Persija juga menyiapkan peningkatan anggaran secara signifikan. Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari investasi klub untuk memperkuat komposisi skuad.

Baca juga: Persija Rombak Skuad di Era Shin Tae-yong, Empat Pemain Dilepas

Persija disebut telah melepas beberapa pemain asing. Keputusan itu dilakukan untuk membuka slot bagi perekrutan pemain baru yang sesuai dengan kebutuhan taktik Shin Tae-yong.

“Tentunya setiap keputusan memiliki plus dan minus. Dengan Shin Tae-yong, kami berharap bisa meraih gelar juara dan bersaing di kompetisi Asia,” kata Mohamad Prapanca, dikutip dari kanal YouTube TVOne.

Shin Tae-yong Pilih Persija karena Kenal Jakarta

Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat tawaran dari beberapa klub luar negeri sebelum menerima pinangan Persija. Tawaran itu datang dari klub Liga Jepang dan China, bahkan dengan nilai gaji yang lebih tinggi.

“Ada banyak hal kenapa harus memilih Jakarta. Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari Liga Jepang dan China,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari YouTube Persija.

Pelatih asal Korea Selatan itu menjelaskan bahwa kedekatan dengan Indonesia menjadi salah satu alasan penting. Ia pernah menangani Timnas Indonesia selama lima tahun, sejak akhir 2019 hingga awal 2025.

Menurut Shin Tae-yong, pengalaman itu membuatnya merasa lebih mengenal sepak bola Indonesia. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dibandingkan harus memulai dari nol di negara lain.

“Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa. Tetapi kan ya kalau Jakarta saya sangat kenal,” ujarnya.

Ia juga menyebut faktor emosional sebagai alasan lain. Shin Tae-yong mengaku sudah mencintai Jakarta dan Indonesia, sehingga memilih menerima tawaran dari klub ibu kota.

“Sebenarnya hanya satu hal saja (alasan memilih Persija), ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta,” tutur Shin Tae-yong.

Persija Siapkan Skuad Sesuai Filosofi Shin Tae-yong

Selain alasan kedekatan, Shin Tae-yong menyebut komunikasi dengan pihak Persija berjalan cepat. Pertemuan dengan pemilik klub turut membulatkan tekadnya untuk melatih Macan Kemayoran.

Ia menilai Persija sebagai tim yang bagus dan memiliki potensi besar. Shin Tae-yong juga menempatkan Persija sejajar dengan tim-tim unggulan lain di Liga Indonesia seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Bali United.

“Saya sudah mengamati Persija. Saya pikir mereka tim yang bagus. Saya menganggap Persija, Persib, Borneo, dan Bali sebagai tim-tim unggulan di Liga Indonesia,” kata pelatih yang menggantikan Mauricio Souza tersebut.

Untuk membangun tim, Shin Tae-yong menetapkan kriteria tegas. Ia menekankan pentingnya pemain yang mau bekerja keras dan berkorban untuk kepentingan tim.

“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan,” ujarnya.

Shin Tae-yong menegaskan pemain dengan sikap seperti itu tidak akan masuk dalam pilihannya. Ia ingin setiap pemain mau membantu tim dalam berbagai situasi, termasuk ketika kehilangan bola.

Ia memberi contoh seorang penyerang yang tetap harus turun membantu pertahanan saat situasi menuntut. Menurutnya, aksi pengorbanan seperti itu dapat mendorong seluruh pemain untuk bekerja lebih keras bersama-sama.

Dengan kontrak tiga musim dan dukungan anggaran yang lebih besar, Persija kini bersiap membangun skuad sesuai filosofi pelatih barunya. Target utama klub tetap jelas: mengejar gelar Liga 1 dan tampil kompetitif di level Asia.