Semen Padang FC akan melakukan evaluasi total setelah dipastikan terdegradasi dari Super League 2025/2026 ke Championship musim depan. Keputusan itu disampaikan CEO Hermawan Ardianto di Padang, Selasa, 5 Mei 2026.
Manajemen klub asal Ranah Minang itu menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama seluruh elemen tim. Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya membangun ulang kekuatan tim.
“Manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh,” kata Chief Executive Officer (CEO) Hermawan Ardianto.
Hermawan mengatakan evaluasi itu diarahkan untuk perbaikan tim agar bisa kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Manajemen berharap langkah tersebut menjadi titik awal kebangkitan Semen Padang FC pada musim berikutnya.
“Evaluasi ini untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar dia.
Selain menyiapkan evaluasi, manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas hasil buruk sepanjang musim 2025/2026. Permintaan maaf itu ditujukan kepada suporter, pecinta sepak bola, dan masyarakat di Ranah Minang.
Menurut Hermawan, hasil yang diraih tim tidak sesuai harapan hingga berujung degradasi ke Championship. Manajemen juga mengakui pencapaian klub musim ini jauh dari ekspektasi banyak pihak.
“Hasil buruk ini tidak sesuai harapan dan berujung pada degradasi tim ke Championship,” tutur dia.
Ia menegaskan evaluasi pada musim berikutnya diharapkan menjadi momentum bagi Semen Padang untuk bangkit. Klub ingin menata ulang performa agar bisa kembali lebih kompetitif.
Sementara itu, manajemen juga mengambil kebijakan untuk dua laga terakhir melawan Persik Kediri dan Persebaya. Klub memutuskan melakukan penyesuaian harga tiket agar masyarakat tetap datang ke stadion.
Untuk tiket tribun Utara dan Selatan, harga diturunkan dari Rp50 ribu menjadi Rp20 ribu. Tiket Tribun Timur turun dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu. Sementara tribun Barat turun dari Rp250 ribu menjadi Rp100 ribu.
Langkah itu diambil dengan harapan dukungan langsung dari suporter tetap terjaga meski tim sudah terdegradasi. Kehadiran penonton di stadion dinilai penting untuk memberi semangat kepada tim pada sisa musim ini.
“Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bangkit dan kembali lebih kuat,” kata dia.
Saat ini Semen Padang FC berada di peringkat 17 dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut satu tingkat di atas PSBS Biak yang menempati dasar klasemen dengan 18 poin.
Adapun Persis yang juga berada di zona degradasi menempati urutan 16 dengan 27 poin. Kondisi klasemen itu memastikan Semen Padang FC turun kasta pada musim depan.
Sumber: ANTARA News

