Barcelona menyatakan sedang menelaah pernyataan Presiden Real Madrid Florentino Perez terkait kasus Negreira, Rabu, 13 Mei 2026. Sikap itu disampaikan klub asal Spanyol tersebut melalui laman resmi mereka, setelah Perez kembali menyinggung perkara tersebut dalam konferensi pers.
“Terkait konferensi pers yang diadakan oleh presiden Real Madrid, Florentino Pérez, kami informasikan bahwa departemen hukum kami sedang meneliti dengan saksama pernyataan dan tuduhan yang disampaikannya,” tulis pernyataan pada laman resmi klub, Rabu.
Barcelona menegaskan proses kajian hukum masih berjalan. Klub juga menyebut semua tuduhan yang disampaikan Perez tengah dianalisis sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Saat ini, pernyataan dan tuduhan tersebut sedang dianalisis dan langkah-langkah yang akan diambil sedang dievaluasi. Apabila dianggap tepat, setiap posisi dan keputusan yang telah diambil akan diberitahukan,” masih pada pernyataan tersebut.
Kasus Negreira sendiri merupakan skandal hukum dan olahraga di Spanyol. Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap yang melibatkan FC Barcelona kepada mantan wakil presiden komite wasit, Jose María Enriquez Negreira.
Dalam perkara tersebut, Barcelona disebut membayar sekitar 7,5-8,4 juta euro kepada Jose María Enriquez Negreira dari tahun 2001 hingga 2018. Investigasi atas kasus itu masih berlangsung hingga kini.
Dua mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan Sandro Rosell, juga terlibat dalam dakwaan. Perkembangan kasus ini terus menjadi sorotan besar di sepak bola Spanyol.
Pada konferensi pers, Selasa waktu setempat, Florentino Perez kembali mengangkat isu tersebut. Presiden Real Madrid itu menyebut kasus Negreira sebagai skandal terburuk sepanjang sejarah sepak bola.
Tidak hanya itu, Perez juga mengatakan pihaknya berupaya membawa kasus tersebut ke level UEFA. Ia menyebut Real Madrid telah menyiapkan dokumen setebal 500 halaman untuk dikirimkan setelah kompetisi berakhir.
Pernyataan Perez itulah yang kini sedang dipelajari Barcelona melalui departemen hukumnya. Klub belum mengumumkan keputusan akhir, namun membuka peluang untuk menyampaikan posisi resmi setelah evaluasi selesai.
Sumber: ANTARA News

