Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel menyebut kurangnya fokus pemain pada babak pertama menjadi penyebab kekalahan 3-1 dari Arema FC, Jumat (22/5/2026), di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
“Saya pikir di babak pertama tidak banyak pemain yang fokus ke dalam pertandingan dan langsung dihukum oleh gol akibat kesalahan sendiri,” kata van Gastel.
PSIM langsung tertinggal cepat pada menit ke-2. Gol itu berawal dari aksi Dalberto Luan yang menusuk ke kotak penalti PSIM. Setelah itu, ia mengirim umpan matang kepada Joel Vinicius yang membobol gawang Cahya Supriadi.
Van Gastel menilai Arema FC mampu memaksimalkan keunggulan fisik para pemainnya. Kondisi itu membuat tim lawan lebih efektif dalam duel dan situasi transisi permainan.
Saat jeda pertandingan, pelatih asal Belanda itu mengubah taktik timnya. Ia meminta PSIM tampil lebih menyerang pada babak kedua.
Perubahan tersebut membuat PSIM lebih berani mengambil risiko. Namun, strategi itu belum memberi hasil maksimal karena Arema FC justru menambah keunggulan lewat gol Dalberto Luan pada menit ke-48.
PSIM sempat memberi respons positif setelah Deri Corfe mencetak gol balasan pada menit ke-52. Gol itu sempat membuka peluang bagi tim tamu untuk bangkit.
“Tapi kami kembali kebobolan gol ketiga yang prosesnya sangat bagus itu,” ujarnya.
Arema memastikan kemenangan melalui gol Valdeci Moreira pada menit ke-88. Gol itu lahir dari tendangan jarak jauh melengkung yang sulit dijangkau kiper PSIM.
Selain menyoroti jalannya laga, Van Gastel juga menilai karakter kompetisi Super League cukup menantang. Menurut dia, banyak klub mengandalkan transisi cepat dan low block.
Gaya bermain seperti itu, kata dia, menyulitkan tim yang mengandalkan penguasaan bola. Karena itu, setiap pertandingan dinilai berjalan ketat dan sulit diprediksi.
“Saya melihat di liga ini banyak tim yang bisa terdegradasi tapi banyak juga tim yang bisa masuk ke dalam peringkat lima besar,” tuturnya.
Kekalahan ini menutup laga PSIM Yogyakarta melawan Arema FC dengan hasil kurang memuaskan. Van Gastel pun menegaskan evaluasi utama timnya ada pada fokus pemain, terutama sejak awal pertandingan.
Sumber: ANTARA News

