Empat mantan juara, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina, memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 pada Minggu, 12 Juli 2026. Dalam fase empat besar turnamen ini, Prancis akan menghadapi Spanyol, sedangkan Argentina bertemu Inggris.
Keempat tim lolos dengan modal yang berbeda. Prancis tampil seimbang, Spanyol mengandalkan pertahanan rapat, Inggris menonjol lewat ketangguhan, dan Argentina bertumpu pada daya juang.
Prancis paling meyakinkan
Prancis datang ke semifinal dengan catatan sempurna. Tim asuhan Didier Deschamps memenangi enam pertandingan tanpa perlu perpanjangan waktu.
Les Bleus mengawali turnamen dengan menang 3-1 atas Senegal, 3-0 atas Irak, dan 4-1 atas Norwegia di Grup I. Mereka lalu menyingkirkan Swedia 3-0 pada 32 besar, Paraguay 1-0 pada 16 besar, dan Maroko 2-0 pada perempat final.
Prancis mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali. Mereka juga selalu mencatat clean sheet dalam tiga laga fase gugur.
Kylian Mbappe menjadi penampil terbaik dengan delapan gol dan tiga assist. Ousmane Dembele turut menyumbang lima gol, sehingga keduanya menghasilkan total 13 gol untuk Prancis.
Prancis juga berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kali beruntun. Sebelumnya mereka menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Spanyol bertumpu pada pertahanan
Spanyol kembali ke semifinal untuk pertama kali sejak menjuarai Piala Dunia 2010. La Roja bangkit setelah ditahan 0-0 oleh Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H.
Setelah itu, Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi, 1-0 atas Uruguay, 3-0 atas Austria, 1-0 atas Portugal, dan 2-1 atas Belgia. Rangkaian hasil itu mengantar mereka ke empat besar.
Kekuatan utama tim asuhan Luis de la Fuente ada di lini belakang. Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.
Mikel Oyarzabal menjadi penampil terbaik dengan empat gol dan satu assist. Sementara itu, Mikel Merino mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti saat melawan Portugal dan Belgia.
Meski begitu, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi catatan. Spanyol sempat buntu saat melawan Tanjung Verde dan hanya menang tipis atas Uruguay, Portugal, dan Belgia.
Inggris andalkan Bellingham dan Kane
Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah 1966, 1990, dan 2018. Three Lions masih menjaga peluang mengakhiri penantian gelar selama 60 tahun.
Perjalanan Inggris dimulai dengan menang 4-2 atas Kroasia, imbang 0-0 dengan Ghana, dan menang 2-0 atas Panama di Grup L. Setelah itu, mereka menaklukkan Republik Demokratik Kongo 2-1, Meksiko 3-2, dan Norwegia 2-1 setelah perpanjangan waktu.
Jude Bellingham tampil sebagai penampil terbaik dengan enam gol. Harry Kane juga mencetak enam gol, sehingga keduanya menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris.
Inggris beberapa kali menunjukkan mental kuat. Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Norwegia.
Namun, konsistensi permainan masih menjadi masalah. Inggris sudah kebobolan enam gol sepanjang turnamen.
Argentina paling produktif
Argentina tinggal dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar. Jika berhasil, Albiceleste akan menjadi negara pertama yang mempertahankan trofi sejak Brasil pada 1958 dan 1962.
Juara bertahan itu menang 3-0 atas Aljazair, 2-0 atas Austria, dan 3-1 atas Yordania di Grup J. Argentina lalu menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 setelah perpanjangan waktu, Mesir 3-2, dan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu.
Tim asuhan Lionel Scaloni menjadi semifinalis paling produktif dengan 17 gol. Mereka juga memenangi seluruh enam pertandingan, meski dua kali harus melalui perpanjangan waktu.
Lionel Messi menjadi penampil terbaik dengan delapan gol. Pada penampilan Piala Dunia keenamnya, pemain berusia 39 tahun itu juga menyumbang umpan dari sepak pojok yang dituntaskan Alexis Mac Allister saat melawan Swiss.
Meski tajam di depan, Argentina masih memiliki pekerjaan rumah di lini belakang. Mereka kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

