Pengamat: Piala Dunia 2026 Bisa Dorong Anak Muda Tekuni Olahraga
Pengamat Sepak Bola Tanah Air Mohammad Kusnaeni menyebut Piala Dunia 2026 dapat menjadi pemicu generasi muda menekuni dunia olahraga. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog bersama RRI Tanjungpinang, Kepri, Sabtu, di Tanjungpinang. Menurut dia, ajang tersebut bisa menjadi alternatif investasi masa depan bagi anak muda, terutama “Gen Z”.
“Piala Dunia sebelumnya telah banyak melahirkan pemain bintang sepak bola muda, yang kemudian menginspirasi banyak anak muda kita untuk bercita-cita menjadi atlet atau pemain sepak bola,” katanya.
Mohammad Kusnaeni menilai dampak Piala Dunia tidak berhenti pada lahirnya idola baru di lapangan. Ajang ini juga membuat masyarakat semakin mengenal dunia sepak bola beserta unsur pendukung di dalamnya. Karena itu, minat anak muda terhadap olahraga dinilai bisa tumbuh lebih luas.
Pria yang akrab disapa Bung Kus itu mengatakan pertandingan sepak bola tidak hadir begitu saja di layar kaca dan lapangan hijau. Ada proses panjang yang melibatkan banyak unsur. Menurut dia, sepak bola merupakan ekosistem dengan puluhan komponen yang saling menopang.
“Sepak bola adalah suatu ekosistem yang di dalamnya terdiri dari puluhan komponen yang saling mendukung. Tanpa komponen itu, tak ada namanya pertandingan sepak bola,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Piala Dunia juga memberi gambaran tentang banyak peluang karier di dunia sepak bola. Peluang itu tidak hanya sebagai pemain. Ada juga profesi lain seperti dokter tim, psioterapis, manajer tim, hingga media official.
Selain itu, Bung Kus menyoroti profesi ahli rumput atau groundsman lapangan sepak bola. Menurut dia, profesi tersebut terbuka lebar, termasuk di Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki banyak lapangan bola dengan anggaran besar, tetapi kualitas rumputnya belum menarik karena kekurangan groundsman.
“Groundsman itu ada pendidikan khusus dan bersertifikat,” ucapnya.
Karena itu, ia mendorong siaran Piala Dunia yang ditayangkan pemerintah melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia, dengan dukungan Radio Republik Indonesia (RRI) dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, dapat memberi inspirasi kepada anak muda. Menurut dia, tayangan itu perlu dikemas dengan nilai informatif dan edukatif.
“Nah, contoh kecilnya bisa diceritakan peran dokter tim sepak bola, sehingga ikut menginspirasi generasi muda menekuni profesi tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan Piala Dunia juga memiliki banyak sisi di luar olahraga. Ada aspek budaya, sosiologis, dan ekonomi yang perlu diperkenalkan kepada publik. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bahwa sepak bola memuat banyak nilai yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
“Misalnya, sepak bola mengajarkan nilai persamaan, bahkan seorang Lionel Messi pun mendapatkan perlakuan yang sama dengan pemainnya di dalam lapangan, tak ada perlakuan istimewa serta wajib mematuhi aturan pertandingan bola,” sebutnya.
Piala dunia FIFA 2026 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dengan total 104 pertandingan. Turnamen ini akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 kota tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan tayangan piala dunia di stasiun TVRI. Siaran itu juga didukung melalui RRI, serta pemberitaan ANTARA secara daring hingga platform media sosial.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

