Pelatih Persib Bojan Hodak menyebut persaingan juara musim ini sebagai salah satu yang paling berat, di Bandung, Sabtu, setelah timnya kembali menjuarai liga. Penilaian itu disampaikan usai Persib memastikan gelar pada Indonesia Superleague 2025/2026.
Bojan mengatakan tantangan utama datang dari perubahan skuad yang cukup besar. Situasi itu membuat proses adaptasi memengaruhi konsistensi permainan Persib sejak awal hingga pertengahan musim.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.
Menurut Bojan, kondisi musim ini berbeda dibanding dua musim sebelumnya. Saat itu, komposisi tim relatif sama sehingga koordinasi antarpemain berjalan lebih konsisten di setiap pertandingan.
“Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.
Meski menghadapi persaingan ketat, Bojan menegaskan Persib mampu menjaga fokus sepanjang musim. Timnya juga tetap bekerja keras dan menunjukkan mental juara sampai kompetisi berakhir.
“Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir,” katanya.
Persib kembali meraih gelar juara setelah imbang melawan Persijap pada laga pamungkas Super League. Hasil itu cukup untuk menjaga posisi Persib di puncak persaingan hingga akhir musim.
Persib menutup musim dengan koleksi 79 poin. Jumlah itu sama dengan Borneo FC, tetapi Persib unggul head to head sehingga berhak menjadi juara.
Keberhasilan ini menegaskan kemampuan Persib melewati musim yang tidak mudah. Perubahan pemain inti dan ketatnya persaingan tidak menghalangi tim asuhan Bojan Hodak untuk tetap finis teratas.
Sumber: ANTARA News

