Meninjau Kembali Drama pada Pengujung Pertandingan Babak 32 Besar
Piala Dunia

Meninjau Kembali Drama pada Pengujung Pertandingan Babak 32 Besar

Drama Akhir Laga Warnai Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada Minggu, 5 Juli 2026, di New York City, menghadirkan banyak drama pada menit-menit akhir. Delapan dari 13 laga pertama fase gugur ditentukan pada 10 menit terakhir waktu normal, perpanjangan waktu, atau adu penalti.

Format baru dengan 48 tim sempat diperkirakan mengurangi tensi di fase gugur. Namun, pertandingan justru berlangsung ketat dan kerap ditentukan oleh momen terakhir.

Salah satu drama terbesar terjadi saat Belgia menghadapi Senegal. Belgia tertinggal 0-2 ketika waktu normal hanya tersisa lima menit.

Romelu Lukaku dan Youri Tielemans lalu membawa Belgia bangkit. Tielemans kemudian mencetak gol penalti pada menit ke-125 untuk memastikan kemenangan 3-2.

Gol itu menjadi gol paling larut dalam sejarah Piala Dunia. Kemenangan tersebut juga mengantar tim asuhan Rudy Garcia lolos setelah sempat berada di ambang kekalahan.

“Ini kekalahan yang menyakitkan, karena kami bermain bagus dalam pertandingan itu,” ungkap pelatih Senegal, Pape Thiaw, setelah laga usai. “Kami sempat unggul. Kami sempat memimpin 2-0. Namun, pertandingan sepak bola bukanlah laga yang berdurasi 85 menit.”

Portugal juga harus menunggu sampai akhir laga untuk mengamankan tiket berikutnya. Goncalo Ramos mencetak gol lewat sundulan pada masa stoppage-time saat melawan Kroasia.

Kroasia sempat mencetak gol penyeimbang. Namun, gol itu dianulir karena offside.

Hasil tersebut membuat tim Cristiano Ronaldo melaju ke babak 16 besar. Laga itu juga menandai akhir perjalanan Luka Modric, kapten Kroasia berusia 40 tahun, di panggung Piala Dunia.

Inggris pun nyaris tersingkir secara mengejutkan saat menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo. Mereka sudah tertinggal sejak menit ketujuh.

Harry Kane kemudian menjadi penentu kebangkitan Inggris. Ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-75, lalu menambah satu gol lagi 11 menit kemudian.

Kebangkitan itu menjaga peluang Inggris meraih gelar Piala Dunia pertama dalam 60 tahun. Drama akhir laga pun semakin terlihat sebagai pola umum di babak ini.

Norwegia juga meraih kemenangan lewat momen telat. Erling Haaland mencetak gol penentu pada menit ke-86 saat melawan Pantai Gading.

Setelah itu, Norwegia masih harus bertahan dari tekanan lawan. Orjan Nyland melakukan penyelamatan penting pada masa stoppage-time untuk memastikan kemenangan 2-1.

Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama Norwegia di babak gugur Piala Dunia. Hasil tersebut lahir setelah mereka sempat goyah usai kebobolan gol penyeimbang.

“Setelah gol penyeimbang mereka, kami memang sempat panik. Namun, kami berhasil menempatkan para pemain di posisi yang tepat dan kembali mampu menerapkan permainan kami,” kata pelatih Norwegia, Stale Solbakken.

Di laga lain, Maroko memaksa Belanda bermain hingga perpanjangan waktu setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-91. Maroko kemudian menang lewat adu penalti.

Paraguay juga menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Sebelumnya, gol Jerman pada babak perpanjangan waktu dianulir.

Kanada dan Brasil pun sama-sama membutuhkan gol penentu pada masa injury time untuk menjaga peluang mereka. Rangkaian hasil itu menegaskan tipisnya selisih kekuatan di babak gugur.

Di fase seperti ini, satu peluang atau satu keputusan bisa menentukan nasib tim. Mereka bisa melaju, atau langsung pulang dari Piala Dunia 2026.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar