Manchester United Terpuruk, Efek Michael Carrick Mulai Pudar
Manchester United kembali gagal menang saat menghadapi Leeds United pada Minggu (18/10) di Elland Road. Laga Liga Inggris itu berakhir imbang 1-1 dan memperpanjang puasa kemenangan Setan Merah menjadi enam pertandingan di semua kompetisi.
Hasil itu menegaskan start buruk MU pada musim ini. Dari tujuh pertandingan Liga Inggris, mereka baru meraih satu kemenangan dan mengoleksi tujuh poin. Tim asuhan Michael Carrick kini tertahan di peringkat ke-13.
Gol Leeds lahir dari situasi sepak pojok. Bola disambut tandukan Tarik Muharemovic, lalu diteruskan Dominic Calvert-Lewin dengan tendangan voli yang gagal dihentikan Senne Lammens.
Gol Bryan Mbeumo pada menit ke-35 akhirnya tak cukup membawa MU menang. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Catatan MU sejauh ini menjadi awal musim terburuk klub di kasta tertinggi dalam empat dekade terakhir. Mereka juga belum sekali pun mencatatkan clean sheet di liga.
Satu-satunya kemenangan MU musim ini hadir saat mengalahkan tim promosi Ipswich Town 5-2. Pada laga itu, Bruno Fernandes mencetak trigol.
Namun kemenangan tersebut belum mampu menghapus hasil buruk pada laga pembuka. Saat itu, MU kalah 0-2 dari Hull City, tim yang promosi ke Premier League lewat jalur play-off.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi sembilan bulan lalu. Pada 13 Januari 2026, Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah Ruben Amorim dipecat akibat rentetan hasil buruk.
Kehadiran Carrick sempat memberi dampak instan. Pada laga perdananya, MU menang 2-0 atas Manchester City.
Sepekan berselang, MU kembali meraih hasil besar. Mereka menundukkan Arsenal 3-2 di Emirates Stadium dan memutus rekor tak terkalahkan kandang The Gunners pada musim itu.
Rangkaian hasil tersebut membuat optimisme suporter MU meningkat. Permainan tim dinilai kembali atraktif dan mengingatkan pada masa kejayaan klub.
Pada akhir musim, MU finis di peringkat ketiga di bawah Arsenal dan Manchester City dengan 71 poin. Itu menjadi pencapaian terbaik klub sejak musim 2022/2023.
Hasil tersebut kemudian meyakinkan manajemen untuk mengangkat Carrick sebagai pelatih kepala secara permanen. Namun, memasuki musim baru, tuah pelatih anyar yang sempat mengangkat performa tim kini mulai memudar.
“Satu dekade terakhir telah memberikan pelajaran yang amat benderang, hingga para pendukung sudah kebal dan hapal luar kepala apa yang bakal terjadi berikutnya.”
Rentetan hasil terbaru menunjukkan MU kembali berada dalam tekanan. Tim yang sempat bangkit bersama Carrick kini justru kesulitan menjaga konsistensi sejak awal musim.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

