Hector Nilai Pemain Baru Timnas Futsal Indonesia telah Membuktikan Daya Saing
Sepakbola Indonesia

Hector Nilai Pemain Baru Timnas Futsal Indonesia telah Membuktikan Daya Saing

Pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Hector Souto, menilai para pemain baru timnas sudah membuktikan kemampuan bersaing di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 8 April 2026, setelah Indonesia menundukkan Australia 3-2 di Nonthaburi, Thailand. Hasil itu membawa Indonesia lolos ke semifinal sebagai juara Grup B.

Indonesia menutup fase grup dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Kemenangan atas Australia memastikan posisi puncak Grup B tetap menjadi milik skuad Garuda. Hector menyebut capaian itu penting bagi perkembangan pemain-pemain baru di tim nasional.

“Kami bisa mempercayai mereka. Jika kami memberi kesempatan, bakat mereka akan muncul dan mereka bisa bersaing dengan sangat baik. Jadi selamat untuk mereka semua,” kata Hector dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu.

Pada turnamen ini, Hector membawa sejumlah wajah baru dan relatif baru. Mereka adalah Andarias Kareth (Fafage Banua), Piter Junior (Blacksteel Papua), Dipo Arrahman (Pangsuma FC Kalbar), Rizky Fauzan (Fafage Banua), dan Adityas Priambudi (Blacksteel Papua).

Hector juga berterima kasih kepada Pengurus Pusat Federasi Futsal Indonesia (PP FFI). Menurut dia, kepercayaan untuk memainkan beberapa pemain baru memberi dampak positif. Para pemain itu dinilai mampu menjawab tantangan ketika diberi kesempatan tampil.

Ia mengatakan para pemain baru telah menunjukkan kapasitas mereka. Menurut Hector, dengan waktu dan persiapan yang baik, mereka bisa bersaing melawan negara-negara lain. Status juara grup juga disebut membuka peluang baru bagi masa depan pemain Indonesia.

“Ini juga sangat berarti bagi kami bisa lolos sebagai juara grup, karena ini membuka masa depan baru bagi pemain Indonesia,” katanya.

Hector menilai pertandingan melawan Australia berlangsung seimbang. Kedua tim sama-sama memiliki peluang sepanjang laga. Namun, ia menyoroti Australia sebagai tim yang berbahaya dalam situasi bola mati.

Baca juga  PSMS Medan Tahan Imbang Persikad Depok 2-2 pada Laga Tandang

Menurut dia, beberapa pemain Australia juga bermain sepak bola pada waktu tertentu. Hal itu membuat mereka memiliki tendangan yang sangat kuat. Meski begitu, Hector menilai timnya tetap mampu bersaing dengan baik sepanjang pertandingan.

“Namun secara umum saya pikir kami mampu bersaing dengan baik. Kami cukup terorganisasi dalam banyak situasi. Hanya saja dalam 10 menit terakhir kami membuat beberapa kesalahan umpan yang sebenarnya tidak perlu,” katanya.

Hector mengaku puas dengan konsistensi permainan anak asuhnya. Ia menyebut fokus latihan yang dibagi secara khusus per hari membantu performa tim. Materi latihan itu mencakup bertahan, set piece, power play, dan menyerang.

“Dengan waktu latihan hanya sekitar dua jam, tentu tidak mudah mengembangkan semuanya. Jadi saya sangat puas dengan mereka,” katanya.

Selain itu, Hector turut berterima kasih kepada klub-klub yang melepas pemainnya ke Timnas Futsal Indonesia. Ia menyebut perkembangan kualitas klub dan staf pelatih menjadi bagian penting dari arah strategi futsal nasional.

“Klub-klub kini semakin banyak berinvestasi pada staf pelatih, dan kualitas pelatih juga semakin meningkat. Itu adalah masa depan kami. Itulah arah strategi yang kami jalankan,” katanya.

Sumber: ANTARA News

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar