Luciano Spalletti menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Juventus, Sabtu (23/5), jelang Derby della Mole melawan Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Senin (25/5) WIB. Pernyataan itu muncul saat Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Pelatih asal Italia itu memastikan isu pengunduran diri tidak pernah ada dalam pikirannya. Spalletti berbicara di tengah tekanan besar setelah posisi Juventus dalam persaingan empat besar makin sulit.
“Itu (mengundurkan diri) tidak pernah terlintas di pikiran saya,” kata Spalletti, seperti dilaporkan dari Football Italia, Sabtu (23/5).
Juventus kini berada dalam situasi tidak mudah. Kemenangan atas Torino pun belum tentu cukup untuk mengamankan tiket ke Liga Champions.
Tekanan meningkat setelah Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina pada pekan sebelumnya. Hasil itu dimanfaatkan AC Milan dan AS Roma untuk menyalip posisi Si Nyonya Tua dalam perebutan empat besar.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai masa depan Spalletti. Ia disebut siap mundur bila gagal membawa Juventus tampil di kompetisi elite Eropa musim depan.
Spalletti mengaku heran dengan cepatnya perubahan pembicaraan soal masa depannya. Menurut dia, awalnya publik membahas kontrak baru, namun kemudian berubah menjadi rumor pengunduran diri.
“Awalnya semua orang membicarakan kontrak baru, lalu tiba-tiba berubah menjadi soal pengunduran diri. Semua kemungkinan seolah dilemparkan kepada saya,” ujar dia.
Meski menolak rumor mundur, Spalletti menegaskan dirinya tetap menempatkan kepentingan klub di atas segalanya. Ia siap menerima keputusan manajemen bila Juventus ingin melakukan perubahan.
Namun, Spalletti menekankan bahwa dirinya tidak pernah meminta pembicaraan khusus terkait pengunduran diri. Ia juga membantah laporan yang menyebut dirinya berselisih dengan CEO Juventus Damien Comolli.
“Bila ada yang terlintas setelah hasil seperti itu, saya hanya menempatkan diri saya untuk kepentingan klub apabila mereka ingin membuat perubahan. Tetapi saya tidak pernah meminta berbicara dengan siapa pun,” katanya.
Spalletti juga menepis anggapan bahwa masa depannya ditentukan oleh satu pertandingan atau status lolos ke Liga Champions. Menurut mantan pelatih tim nasional Italia itu, perencanaan klub harus melihat lebih jauh dari hasil sesaat.
“Masa depan saya tidak bergantung pada apa pun. Perencanaan berarti memiliki keberanian melihat lebih jauh dari sekadar hasil,” ujar Spalletti.
Ia menambahkan proyek Juventus tetap berjalan dalam jangka panjang. Menurut dia, arah klub tidak berubah hanya karena selisih satu atau dua poin di klasemen.
“Kami ingin membangun peluang untuk bersaing memperebutkan sesuatu yang penting, baik kami berada di Liga Champions atau tidak setelah pertandingan ini,” kata dia.
Laga melawan Torino kini menjadi momen penting bagi Juventus. Namun, Spalletti memastikan fokusnya tetap pada kepentingan tim, bukan pada spekulasi soal posisinya.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

