Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak sedang berada di titik terendah, Kamis, 14 Mei 2026, di Jakarta. Pernyataan itu muncul setelah Madrid gagal meraih gelar domestik dalam dua musim terakhir.
Pelatih Real Madrid itu menolak anggapan bahwa timnya tengah berada dalam krisis. Ia menilai standar tinggi klub membuat situasi saat ini terlihat lebih buruk dari kenyataannya.
“Saya terkejut mendengar kami disebut sudah berada di titik terendah. Kalau begitu, klub lain berada di posisi apa? Kami tidak pernah sampai 50 tahun tanpa memenangkan apa pun,” kata Arbeloa, dikutip dari laman klub, Kamis.
Madrid dipastikan kehilangan peluang juara Liga Spanyol 2025/2026 usai kalah 0-2 dari Barcelona pada laga El Clasico, Senin (11/5). Hasil itu sekaligus memastikan Barcelona menjadi juara liga untuk dua musim beruntun.
Los Blancos kini hanya bisa mengamankan posisi runner-up klasemen. Posisi mereka juga tidak akan tergeser meski kalah dari tim degradasi Real Oviedo pada laga Jumat (15/5) dini hari WIB.
Tekanan terhadap Arbeloa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Real Madrid hanya mencatat dua kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Meski begitu, Arbeloa menegaskan kondisi timnya masih jauh dari kata krisis. Ia yakin Madrid tetap punya peluang besar untuk bangkit pada musim berikutnya.
“Real Madrid berada di level ini karena standar yang sangat tinggi. Saya tidak akan berani mengatakan Real Madrid tidak akan memenangkan apa pun musim depan,” ujar Arbeloa.
Arbeloa juga optimistis skuad Madrid akan tampil lebih kuat musim depan. Menurut dia, kegagalan pada musim ini merupakan bagian dari dinamika dalam sepak bola.
“Kami akan memiliki skuad yang lebih kuat. Ini olahraga, tidak ada klub yang memenangkan Liga Champions atau La Liga setiap tahun,” tutur dia.
Pelatih berusia 43 tahun itu lalu meminta dukungan penuh dari para suporter. Ia menilai persatuan menjadi kunci bagi Real Madrid untuk keluar dari masa sulit.
“Saya selalu mengatakan Real Madrid lebih kuat ketika kami bersatu. Pada masa sulit, kami harus tetap bersama seperti keluarga. Kami selalu bangkit kembali,” tutur Arbeloa.
Di tengah situasi itu, masa depan Arbeloa di Santiago Bernabeu ikut menjadi sorotan. Nama Jose Mourinho disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menangani Madrid pada musim depan.
Arbeloa memilih tidak banyak menanggapi rumor tersebut. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menuntaskan sisa pertandingan musim ini.
“Saya memahami semua pertanyaan mengenai masa depan saya dan Real Madrid. Namun, saya berharap keputusan saya untuk fokus pada laga melawan Oviedo, lalu Sevilla, dan Athletic Bilbao bisa dihormati,” ujar dia.
Sumber: ANTARA News

