Pelatih timnas putri Indonesia Satoru Mochizuki menyebut kerja keras tim menjadi kunci keberhasilan Garuda Pertiwi menjuarai AFF Women’s Cup 2026. Indonesia memastikan gelar itu pada Rabu di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, setelah menang 5-0 atas Laos. Pernyataan itu disampaikan Mochizuki dalam wawancara yang dipantau di Jakarta, Kamis.
“Sangat senang kali ini kami bisa juara. Kami bisa juara karena kerja keras para pemain dan bantuan tim ofisial. Saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih kepada mereka semua,” kata Mochizuki.
Timnas putri Indonesia tampil dominan sepanjang partai final. Garuda Pertiwi membuka keunggulan pada menit ke-33 lewat Sydney Hopper. Gol itu lahir setelah ia memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok.
Pada babak kedua, tekanan Indonesia semakin sulit dibendung Laos. Isabelle Nottet menggandakan keunggulan pada menit ke-48 melalui aksi individu. Setelah itu, Estella Loupatty mencetak gol pada menit ke-55.
Indonesia terus menambah keunggulan lewat Felicia de Zeeuw pada menit ke-67. Emily Nahon kemudian menutup pesta gol pada menit ke-83. Skor 5-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Mochizuki menilai turnamen ini juga memberi dampak positif bagi perkembangan tim. Menurut dia, pemain dan pelatih sama-sama tumbuh selama ajang berlangsung. Hal itu menjadi modal penting untuk target berikutnya.
“Jadi melalui turnamen kali ini, saya rasa pemain dan juga pelatih ikut berkembang bersama-sama,” tambah pelatih asal Jepang itu.
Dari kubu pemain, Sheva Imut mengaku bersyukur bisa kembali membawa Indonesia menjadi juara. Kebahagiaan itu semakin lengkap setelah ia meraih penghargaan pemain terbaik. Ia menyebut emosi yang dirasakan bercampur setelah tim berhasil mempertahankan gelar.
“Pasti bangga, senang, sedih, terharu, campur aduk semuanya. Bersyukur juga karena kami mendapatkan kesempatan buat pertahankan juara,” kata Sheva.
Gelar ini menjadi trofi kedua Indonesia di AFF Women’s Cup. Sebelumnya, Garuda Pertiwi juga menjadi juara pada edisi 2024 setelah menang 3-1 atas Kamboja. Keberhasilan kali ini sekaligus menegaskan Indonesia mampu mempertahankan status juara.
Prestasi tersebut juga membawa Indonesia lolos ke ASEAN Women’s Championship 2027. Ajang itu akan diikuti tim-tim terbaik sepak bola putri Asia Tenggara. Tiket tersebut menjadi kelanjutan penting bagi perjalanan timnas putri Indonesia.
Pada tahun lalu, Indonesia sempat menempati posisi juru kunci Grup A. Saat itu, mereka tidak mampu bersaing dengan Vietnam dan Thailand. Karena itu, Mochizuki menegaskan timnya tidak ingin cepat puas.
“Kami tidak ingin merasa puas sampai di sini saja. Kami ingin bersiap lebih baik menghadapi ASEAN Women’s Championship 2027,” kata Mochizuki.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

