Sumber gambar: sumbar.antaranews.com
Timnas

PSSI Siapkan Sanksi untuk Pelaku Intimidasi terhadap Beckham Putra

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan sanksi untuk oknum suporter yang melakukan intimidasi terhadap Beckham Putra saat membela Timnas Indonesia dalam laga persahabatan FIFA Matchday melawan Mozambik.

Insiden itu terjadi setelah Indonesia menang 1-0 atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6) malam. Saat itu, Beckham bersama pemain Timnas Indonesia lainnya sedang berkeliling menyapa suporter.

Beckham sebelumnya tampil pada menit-menit akhir tambahan waktu. Ia masuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dalam pertandingan tersebut.

Baca juga: Erick Thohir Puas Timnas Indonesia Sapu Bersih Oman dan Mozambik

PSSI Telusuri Intimidasi Beckham Putra Lewat CCTV

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya akan meminta panitia menelusuri kejadian tersebut. Penelusuran dilakukan melalui rekaman CCTV maupun kamera yang tersedia di stadion.

Langkah itu dilakukan untuk mengidentifikasi orang atau suporter yang melontarkan makian dan hujatan kepada pemain.

"Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain," kata Yunus dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Yunus menyebut bentuk sanksi yang disiapkan adalah larangan menonton langsung pertandingan Timnas Indonesia pada masa mendatang. Usulan itu ditujukan kepada suporter yang dinilai tidak memberikan dukungan dengan baik kepada skuad Garuda.

"Saya akan mengusulkan agar suporter yang tidak memberikan dukungan yang baik kepada Timnas Indonesia dikenakan sanksi larangan menonton langsung pertandingan Timnas Indonesia pada masa mendatang," ujar Yunus.

Larangan Menonton Jadi Opsi Sanksi

PSSI juga membuka kemungkinan memberi sanksi lain apabila diperlukan untuk menimbulkan efek jera. Yunus mengatakan, foto dan identitas wajah pelaku bisa dirilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding.

"Kami akan mengidentifikasi mereka. Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding," katanya.

Yunus mengecam tindakan tersebut. Ia menilai makian dan hujatan terhadap pemain Timnas Indonesia sudah melewati batas.

"Masa ada suporter yang mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia? Ini sudah keterlaluan," ucap Yunus.

Dalam kesempatan yang sama, Yunus juga menyebut perlakuan yang diterima Beckham sebagai tindakan yang sangat tidak elok dan tidak etis. PSSI menyayangkan kejadian itu, terlebih Beckham yang berusia 24 tahun disebut sebagai aset pemain Garuda pada masa mendatang.

PSSI Ingatkan Suporter Dukung Pemain Timnas Indonesia

Yunus mengingatkan suporter agar mendukung siapa pun pemain yang mendapat panggilan membela Timnas Indonesia. Menurutnya, dukungan tidak semestinya dipengaruhi asal klub pemain.

"Kami selalu mengingatkan kepada para suporter agar menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia. Kalau memang ada rivalitas klub, biarlah rivalitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetisi sepak bola Indonesia," tegas Yunus.

PSSI berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Federasi menilai dukungan suporter seharusnya menjadi dorongan positif bagi pemain yang sedang membela Timnas Indonesia.