PSSI menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden FIFA, Kamis, 6 Agustus 2026, di Jakarta. Dukungan itu disampaikan karena FIFA di bawah Infantino dinilai memberi kontribusi besar bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan FIFA bukan hanya badan pengatur sepak bola dunia bagi Indonesia. Menurut dia, FIFA juga menjadi mitra strategis yang hadir langsung dalam pembangunan sepak bola nasional.
“Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Erick menyebut PSSI menghargai komitmen berkelanjutan Gianni Infantino dalam memupuk persatuan komunitas sepak bola global. Ia juga menilai Infantino konsisten mendorong pengembangan sepak bola dan memperkuat seluruh Asosiasi Anggota FIFA.
Menurut Erick, Indonesia telah merasakan langsung dampak positif dari berbagai inisiatif FIFA. Program-program yang dijalankan FIFA disebut telah menerjemahkan misi global organisasi itu menjadi kemajuan nyata bagi sepak bola Indonesia.
“Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud,” katanya.
Salah satu bentuk dukungan FIFA yang disorot PSSI adalah pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui program FIFA Forward, FIFA telah menyalurkan pendanaan sebesar 5,4 juta dolar AS untuk fase pertama pembangunan fasilitas seluas 34,5 hektar tersebut.
Selain pembangunan infrastruktur, FIFA juga menunjuk Jakarta sebagai FIFA Hub untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Kesepakatan Host Country Agreement yang ditandatangani pada Juni 2025 menjadikan Indonesia sebagai pusat operasional FIFA untuk melayani 21 asosiasi anggota di kawasan.
“Ini membuktikan visi Presiden Infantino bahwa pertumbuhan sepak bola tidak boleh terpusat di satu wilayah saja, melainkan harus merata di seluruh dunia,” katanya.
Erick juga menyinggung pelaksanaan sejumlah program strategis FIFA di Indonesia. Program itu meliputi FIFA Talent Development Scheme, FIFA Football for Schools, dan inisiatif FIFA Arena yang mulai membangun mini-lapangan di Indonesia.
Program-program tersebut dinilai menunjukkan komitmen FIFA terhadap pembinaan sepak bola akar rumput. Hal itu menjadi salah satu dasar PSSI untuk terus mendukung kepemimpinan Infantino di FIFA.
Menjelang Kongres FIFA yang akan diselenggarakan di Maroko pada 18 Maret 202, yang menjadi ajang pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya, PSSI menegaskan sikapnya. Berdasarkan rekam jejak Infantino dalam memajukan sepak bola di negara-negara berkembang seperti Indonesia, PSSI memberikan dukungan penuh atas pencalonan kembalinya.
“Intinya, PSSI siap terus bekerja secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia, memastikan bahwa visi inklusif sepak bola global terus berlanjut,” tegasnya.
Selain Indonesia, dukungan terhadap Gianni Infantino juga datang dari banyak negara dan konfederasi. Infantino disebut masih memiliki dukungan bulat dari Afrika (CAF) yang terdiri dari 54 anggota.
Beberapa negara Asia, terutama Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, juga masih mendukung Infantino. Mereka disebut memiliki pengaruh besar di kawasan, ditambah dukungan pragmatis dari Amerika Selatan.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

