Argentina Bikin Piala Dunia 2026 Tetap Dikuasai Delapan Juara
Argentina memastikan Piala Dunia 2026 tetap dikuasai delapan negara juara dunia pada Sabtu (11/7/2026) di Miami, Amerika Serikat. Kepastian itu hadir setelah Argentina mengalahkan Swiss pada perempat final terakhir dan merebut tiket semifinal.
Hasil itu membuat dunia kembali harus menunggu lahirnya juara baru di luar kelompok negara yang sudah pernah menjuarai Piala Dunia. Edisi ke-23 ini kembali akan dimenangkan salah satu dari delapan negara tersebut, meski jumlah peserta sudah bertambah menjadi 48 tim.
Kedelapan negara itu adalah Brasil, Jerman, Italia, Uruguay, juara bertahan Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Namun, Brasil, Jerman, dan Uruguay sudah tersingkir. Italia bahkan gagal tampil karena tidak lolos kualifikasi.
Kini hanya Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina yang tersisa di semifinal Piala Dunia 2026. Tiga tim terakhir harus melewati laga perempat final yang ketat. Sementara itu, Prancis lolos dengan kemenangan yang lebih meyakinkan.
Prancis menaklukkan Maroko pada pertandingan perempat final pertama. Les Bleus disebut mutlak mendominasi jalannya laga. Penampilan itu menegaskan kekuatan dan soliditas tim asuhan Didier Deschamps.
Bagi Maroko, hasil itu menjadi antiklimaks. Sebelumnya, mereka tampil mengesankan sepanjang Piala Dunia 2026. Status sebagai juara Afrika dan semifinalis Piala Dunia 2022 juga sempat membuat mereka dijagokan menjadi juara dunia pertama dari benua Afrika.
Namun, Prancis mampu meredam permainan Maroko. Bukan hanya lewat dua gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, tetapi juga melalui strategi Deschamps yang mematikan peran sayap kanan Maroko, Achraf Hakimi.
Akibatnya, Hakimi dan kawan-kawan hanya mampu menciptakan lima peluang. Dari jumlah itu, hanya satu yang tepat sasaran. Sebaliknya, Prancis mencatat 22 peluang, dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.
Maroko, yang dalam lima pertandingan sebelumnya selalu mencetak gol, kehilangan ketajaman saat menghadapi Prancis. Termasuk setelah sebelumnya mereka mencetak tujuh gol ke gawang Haiti dan Kanada.
Penampilan itu menunjukkan Maroko masih berada satu tingkat di bawah Prancis. Tim Afrika Utara itu juga dinilai tidak sekreatif biasanya, meski sempat mendominasi lalu lintas bola.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Maroko masih memiliki peluang lain untuk memburu sejarah. Mereka akan kembali mencoba menjadi juara dunia pertama dari Afrika saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Dengan komposisi semifinal saat ini, peluang lahirnya juara baru kembali tertutup. Piala Dunia 2026 pun tetap menjadi milik “Geng Delapan”, kelompok negara yang sejak awal mendominasi daftar juara dunia.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

