Parma resmi memecat Carlos Cuesta pada Minggu (27/9) setelah pelatih asal Spanyol itu menukangi klub Liga Italia tersebut selama satu setengah tahun. Keputusan itu diumumkan klub melalui laman resmi Parma dan menandai berakhirnya kerja sama kedua pihak.
Parma menyatakan perpisahan ini diambil setelah pembicaraan antara klub dan sang pelatih. Klub menilai hubungan profesional keduanya tidak lagi bisa dilanjutkan, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan proyek olahraga.
“Setelah berdiskusi antara klub dan pelatih, disepakati bahwa kondisi antara kedua pihak tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan hubungan profesional, terutama terkait pengembangan proyek olahraga,” tulis Parma dalam laman klub itu pada Minggu (27/9).
Carlos Cuesta merupakan pelatih berusia 31 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal. Ia mulai memimpin Parma pada 2025 dan saat itu mendapat kesempatan pertama menjadi pelatih kepala di level senior dengan kontrak dua tahun.
Di Parma, Cuesta datang untuk menggantikan Cristian Chivu. Sosok yang digantikannya itu kini menangani Inter Milan.
Selama sekitar satu setengah tahun menangani Parma, Cuesta menjadi bagian dari upaya klub untuk bersaing di Serie A. Namun, perjalanan kerja sama itu kini harus berakhir lebih cepat sebelum kontraknya tuntas.
Cuesta juga menyampaikan pesan perpisahan melalui akun Instagram miliknya. Ia menegaskan telah memberikan seluruh kemampuannya hingga hari terakhir bersama Parma.
“Saya telah memberikan segalanya hingga hari terakhir untuk sebuah tim dan klub yang telah sangat saya cintai,” tulis Cuesta dalam Instagram.
Keputusan Parma memecat Cuesta terbilang cukup mengejutkan. Sebab, langkah itu diambil hanya sepekan setelah Parma meraih kemenangan perdana di Serie A musim ini atas Genoa.
Meski begitu, klub tetap memilih mengakhiri hubungan kerja dengan pelatih muda tersebut. Sampai pengumuman ini dirilis, tidak ada penjelasan lanjutan mengenai sosok pengganti Cuesta di kursi pelatih.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

