Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyatakan proses menemukan “dream team” skuad Garuda masih membutuhkan waktu. Pernyataan itu ia sampaikan pada Senin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, seusai final FIFA Series 2026. Pada laga tersebut, Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria.
Herdman menegaskan pencarian komposisi terbaik timnas Indonesia merupakan bagian dari perjalanan panjang. Ia menyiapkan tim untuk target lolos ke Piala Dunia 2030. Menurut dia, skuad terbaik tidak bisa terbentuk dalam waktu singkat.
“Beberapa pemain akan bertahan, beberapa lainnya akan muncul. Kami harus memenangkan pertandingan, dan saya harus menemukan pemain dengan hasrat besar, naluri pembunuh, dan keinginan untuk berjuang demi Indonesia, untuk lolos ke 2030. Itu misi kami,” kata Herdman.
Pelatih kelahiran Consett, Inggris itu lalu membandingkan situasinya di Indonesia dengan masa awal menangani timnas Kanada pada 2018. Saat itu, ia juga belum memiliki gambaran pasti mengenai susunan pemain terbaik. Seiring waktu, Kanada kemudian diperkuat nama-nama seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Tajon Buchanan.
Herdman menilai Indonesia juga sedang berada di tahap awal pembentukan tim. Karena itu, ia meyakini akan muncul lebih banyak pemain potensial menuju Piala Dunia 2030. Pemain-pemain itu bisa datang dari kompetisi lokal maupun dari Eropa.
“Indonesia juga baru memulai. Akan ada pemain baru yang muncul, baik dari Eropa maupun lokal. Dony Tri memiliki potensi besar. Rizky Ridho dan Beckham Putra juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi,” ucap Herdman.
Ia juga menaruh keyakinan besar pada perkembangan para pemain yang sudah ada saat ini. Menurut dia, peningkatan kualitas tim sangat dipengaruhi latihan dan lingkungan yang tepat. Karena itu, perubahan dalam skuad disebutnya akan terus terjadi.
“Saya percaya pada mereka. Mereka akan terus berkembang dengan pelatihan dan lingkungan yang tepat. Tim ini akan berubah seiring waktu. Tidak ada “dream team” saat ini, tim ini akan terus berkembang dan membaik,” kata dia.
Herdman juga menekankan peran pemain sebagai faktor utama dalam perjalanan sebuah tim menuju prestasi besar. Ia mencontohkan pengalaman Kanada saat kembali lolos ke Piala Dunia 2022 setelah absen 36 tahun. Menurut dia, keberhasilan itu terutama ditentukan oleh para pemain, bukan pelatih.
“Di Kanada, yang membawa tim ke Piala Dunia adalah para pemain, bukan pelatih. Pelatih hanya membimbing, mendukung, dan memberdayakan. Para pemainlah yang mengambil alih saat momen sulit. Itulah yang akan saya bangun di sini,” kata dia.
Pernyataan itu muncul setelah Indonesia harus puas menjadi runner-up FIFA Series 2026. Meski kalah 0-1 dari Bulgaria, Herdman tetap melihat proses pembentukan tim masih berjalan. Fokus utamanya kini adalah menemukan pemain yang sesuai dengan misi besar timnas menuju 2030.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

