Haaland Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Titik Balik yang Mengubah Jalan Hidupnya
Piala Dunia

Haaland Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Titik Balik yang Mengubah Jalan Hidupnya

Erling Haaland mengaku penampilan Norwegia di Piala Dunia 2026 mengubah hidupnya, Minggu, setelah timnya kalah 1-2 dari Inggris pada perempat final di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat.

Penyerang Norwegia itu menyebut turnamen tersebut memberi dampak besar pada dirinya. Langkah Norwegia memang terhenti di delapan besar, tetapi mereka mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah di Piala Dunia.

“Semua ini terasa tidak nyata. Saya rasa turnamen ini telah mengubah saya sebagai pribadi. Saya juga merasa berkembang, bisa dibilang seperti itu,” kata Haaland yang dikutip dari FIFA pada Minggu.

Norwegia mengakhiri laju impresifnya setelah dikalahkan Inggris. Dua gol Jude Bellingham memastikan langkah The Three Lions ke semifinal.

Dalam pertandingan itu, Haaland gagal menambah koleksi golnya. Sebelumnya, penyerang Manchester City tersebut mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan beruntun.

Meski gagal melaju lebih jauh, Haaland tetap bangga dengan perjalanan timnya. Ia merasa pengalaman tampil di Piala Dunia 2026 sangat istimewa.

“Sulit mencerna semua yang telah terjadi saat melihat kembali pertandingan-pertandingan yang kami jalani. Namun, rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari turnamen yang dulu hanya saya saksikan dari kejauhan, dan kini saya mengalaminya sendiri,” ujarnya.

Menurut Haaland, kiprah Norwegia di turnamen ini juga menyatukan masyarakat negaranya. Ia menilai semangat dan kebahagiaan yang tercipta menjadi kenangan besar bagi tim dan publik Norwegia.

“Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa. Saya benar-benar terharu ketika memikirkan betapa baiknya penampilan kami, rasa persatuan yang tercipta di Norwegia, serta semangat dan kebahagiaan yang kami rasakan, baik di rumah maupun di sini,” katanya.

Pemain berusia 25 tahun itu juga yakin penampilan Norwegia mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola negaranya. Salah satu hasil terbesar mereka adalah kemenangan mengejutkan atas juara dunia lima kali Brasil di babak 16 besar.

“Ini sudah menjadi tujuan saya sejak lama. Saya rasa setelah turnamen ini kami berhasil menempatkan Norwegia di peta sepak bola dunia. Sekarang tugas kami adalah mempertahankan standar itu,” katanya.

Haaland menegaskan Norwegia telah membuktikan diri mampu bersaing dengan tim besar. Meski kalah dari Inggris, ia menilai lawannya dipaksa bekerja sangat keras sepanjang laga.

“Kami membuktikan bahwa kami mampu mengalahkan salah satu tim terbesar di dunia, Brasil. Pada akhirnya kami kalah dari Inggris, tetapi kami memaksa mereka bekerja sangat keras. Mungkin hasilnya saja yang bisa berbeda,” ujar dia menambahkan.

Haaland pun optimistis generasi emas Norwegia masih memiliki masa depan cerah. Ia menatap peluang tampil pada Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.

“Kami masih punya Piala Dunia (2030) dan Piala Eropa (2028) di depan kami. Sekarang saatnya benar-benar menunjukkan eksistensi kami. Kami memiliki generasi pemain yang luar biasa,” katanya.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar