Dony Tri Akui Belum Puas dengan Debut di Timnas Indonesia
Dony Tri Pamungkas mengaku belum puas dengan penampilannya bersama Tim Nasional Indonesia di FIFA Series 2026. Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta, Rabu, 1 April 2026, meski dirinya mendapat banyak pujian usai tampil bersama skuad Garuda.
Pemain Persija Jakarta itu menilai masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Ia tidak ingin cepat merasa cukup setelah menjalani debut di level tim nasional senior.
“Saya tidak akan merasa puas dengan penampilan di pertandingan (FIFA Series 2026) kemarin itu,” kata Dony Tri Pamungkas kepada awak media di Jakarta, Rabu.
Dony menjalani penampilan perdananya bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Pada ajang itu, ia bermain penuh saat menghadapi Saint Kitts and Nevis. Setelah itu, ia masuk sebagai pemain pengganti pada partai final melawan Bulgaria.
Penampilan bek sayap tersebut mendapat respons positif dari banyak pihak. Pujian datang dari pelatih, rekan setim, hingga publik. Salah satu apresiasi datang dari Calvin Verdonk yang berharap Dony bisa meniti karier di liga-liga Eropa.
Meski begitu, Dony menegaskan pujian itu tidak membuatnya terlena. Ia justru ingin menjadikannya sebagai dorongan untuk terus berkembang.
“Bagi saya, pujian dari berbagai pihak itu akan menjadi motivasi tersendiri untuk terus bekerja keras dan terus berkembang ke depannya,” katanya.
Dony juga menyatakan masih ingin terus mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia pada ajang-ajang berikutnya. Untuk mewujudkan hal itu, ia memilih fokus meningkatkan kualitas permainan bersama klubnya.
Menurut dia, performa di level klub akan menjadi modal penting agar kembali dilirik tim pelatih timnas. Karena itu, ia menempatkan kerja keras sebagai hal utama dalam prosesnya.
Persaingan di posisi bek kiri timnas juga diakui tidak mudah. Dony harus bersaing dengan nama-nama seperti Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, dan Dean James. Namun, ia melihat situasi itu sebagai kesempatan untuk belajar.
Keberadaan para pemain tersebut dianggap bisa membantunya berkembang. Dony ingin terus meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing sehat untuk mendapatkan tempat di skuad Garuda.
“Jadi saya cuma mau kerja keras di latihan kalau saya mau dipilih, terus kalau tidak dipilih pun ya sudah, saya terus bekerja keras lagi,” katanya.
Sikap itu menunjukkan Dony memilih tetap fokus pada proses. Ia tidak ingin terlalu larut dalam pujian, tetapi juga tidak gentar menghadapi persaingan di tim nasional.

