Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, mengungkapkan keinginannya melatih tim nasional pada Sabtu. Pernyataan itu disampaikan Xavi kepada RNE, saat ia masih belum kembali melatih sejak meninggalkan Barcelona pada Mei 2024.
Xavi menilai pekerjaan di level tim nasional lebih sesuai dengan kondisi keluarganya saat ini. Ia menyebut ritme melatih klub membuatnya sulit memiliki waktu bersama keluarga.
“Saya katakan secara terbuka, itu bisa menjadi pilihan yang sangat cocok bagi saya,” ujar Xavi kepada RNE pada Sabtu.
Mantan gelandang tim nasional Spanyol itu juga menjelaskan alasan pribadinya. Menurut dia, anak-anaknya masih kecil sehingga membutuhkan lebih banyak kehadiran dirinya di rumah.
“Saya masih memiliki anak-anak yang masih kecil,” lanjutnya.
Xavi belum kembali ke dunia kepelatihan sejak berpisah dengan Barcelona pada Mei 2024. Ia dipecat setelah tim mencatat rangkaian hasil buruk dan menutup musim tanpa gelar.
Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu sempat membawa Barcelona meraih gelar LaLiga pada 2023. Ia juga mempersembahkan Piala Super Spanyol untuk klub asal Catalunya tersebut.
Selama menangani Blaugrana, Xavi memimpin tim dalam 143 pertandingan. Dari jumlah itu, Barcelona mencatat 90 kemenangan, 24 hasil imbang, dan 29 kekalahan.
Sebelum kembali ke Barcelona, Xavi lebih dulu memulai karier kepelatihannya bersama Al Sadd di Qatar. Bersama klub itu, ia mempersembahkan tujuh trofi.
Prestasi tersebut ikut membangun reputasinya sebagai salah satu pelatih muda yang menjanjikan. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di pinggir lapangan.
Selain pengalaman di level klub, Xavi juga memiliki rekam jejak panjang bersama tim nasional Spanyol saat masih aktif bermain. Ia merupakan bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010.
Pengalaman itu membuat Xavi tertarik merasakan turnamen besar dari sisi berbeda, yakni sebagai pelatih. Ia mengaku ingin merasakan atmosfer kompetisi antarnegara di berbagai ajang utama.
“Saya juga ingin merasakan pengalaman sebagai pelatih di Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Afrika, atau Piala Asia,” ucapnya.
Keinginan tersebut menandai arah baru dalam rencana karier Xavi setelah meninggalkan Barcelona. Untuk saat ini, ia masih belum mengambil pekerjaan baru sejak pemecatannya pada Mei 2024.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

