Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada sejumlah pemain Bhayangkara FC U-20 pada Jumat, 1 Mei 2026, di Jakarta. Hukuman itu diberikan terkait keterlibatan mereka dalam kasus kericuhan melawan Dewa United U-20 pada kompetisi Elite Pro Academy U-20 beberapa waktu lalu.
Fadly Alberto Hengga menjadi pemain dengan hukuman terberat. Ia dilarang bermain selama tiga tahun. Sanksi itu dikonfirmasi Bhayangkara FC U-20 melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Fadly Alberto Hengga sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul dalam video viral “tendangan kungfu” kepada pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis. Insiden itu terjadi dalam pertandingan EPA U-20 di Semarang pada 19 April 2026.
Selain Fadly, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 lain juga mendapat hukuman berat. Aqilah Lissunah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur dijatuhi sanksi larangan bermain selama dua tahun.
Sementara itu, M. Mufdi Iskandar dikenai hukuman larangan bermain selama satu tahun. Sanksi tidak hanya menyasar pemain. Ofisial tim Muklis Hadi Ning juga dihukum larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.
Sanksi kepada Fadly menjadi catatan buruk dalam perjalanan kariernya. Beberapa waktu sebelumnya, ia sempat membela Merah Putih pada ajang Piala Asia U-17 dan Piala Dunia U-17.
Manajer Bhayangkara FC U-20 Yongky Pandu Pamungkas menyatakan klub menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, pihaknya menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dikaji ulang, terutama terkait lamanya hukuman kepada para pemain.
“Terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain,” katanya.
Yongky juga menyebut ada beberapa aspek yang menurutnya perlu menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut. Ia mengatakan sebagian pemain Bhayangkara FC U-20 juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak dalam insiden tersebut.
“Termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak,” katanya tanpa mengungkap secara rinci kondisi apa yang ia maksud.
Bhayangkara FC U-20 memastikan akan mengajukan banding. Klub itu ingin mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang atas keputusan yang telah dijatuhkan.
Menurut Yongky, insiden yang terjadi tidak akan mengurangi keakraban pemain Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20. Ia menilai para pemain dari kedua tim sudah saling mengenal dan tetap bisa menjaga semangat persaudaraan serta sportivitas.
Bhayangkara FC U-20 juga menegaskan akan melakukan evaluasi internal. Klub berjanji memperkuat pembinaan agar para pemain muda tetap menjunjung tinggi sportivitas. Di saat yang sama, Bhayangkara FC U-20 menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan hak para pemain melalui jalur yang telah diatur.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

