Kiper timnas futsal Indonesia Muhammad Albagir kembali masuk skuad sementara timnas pada Rabu, 1 April 2026, di Jakarta. Ia mengaku senang bisa kembali memperkuat tim Merah-Putih setelah sempat lama absen. Albagir kini dipersiapkan untuk Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 di Thailand.
Albagir sempat tidak masuk skuad saat timnas Indonesia melaju hingga final Piala Asia Futsal 2026 pada awal tahun. Pada periode itu, posisi kiper utama ditempati Ahmad Habibie.
“Pasti senang ya. Kalau sudah berapa lama… cuma, ya tetap masih ditarget yang sama, lolos dulu dari seleksi ini baru pikirkan yang selanjutnya,” kata Albagir usai menjalani latihan timnas di Jakarta, Rabu.
Pelatih Hector Souto memasukkan Albagir ke dalam skuad sementara berisi 19 pemain. Skuad ini disiapkan untuk tampil pada Kejuaraan ASEAN Futsal 2026.
Pemain Blacksteel itu terakhir kali membela timnas Indonesia pada turnamen 4 Nation Series. Saat itu, ia tampil pada laga melawan Jepang, ketika Indonesia menang 1-0 atas tim Sakura.
Albagir juga menyoroti kehadiran sejumlah pemain muda dalam tim kali ini. Menurut dia, para pemain anyar membawa semangat baru yang positif untuk timnas.
“Yang pasti dengan pemain muda pasti dengan passion yang baru, kan? Passion yang bagus. Jadi apa yang dibawa ke tim ini, 100 ribu persen saya percayakan pada pelatih dan staf-stafnya,” kata Albagir.
“Jadi tugas saya cuma sebagai pemain yang baru sama, dengan mungkin cuma perbedaan umur aja dan nggak jauh juga. Jadi ya itu hal yang bagus buat Timnas untuk regenerasi ke depan,” katanya.
Saat harus menepi dari timnas, Albagir mengaku tidak membutuhkan cara khusus untuk menjaga motivasi. Ia menegaskan kecintaannya pada futsal membuat dirinya terus berusaha meningkatkan kemampuan.
“Saya tidak pernah berhenti untuk… karena ini salah satu passion saya di kehidupan saya. Jadi ini saya nggak pernah berhenti di futsal. Apa yang harus diperbaharui dari saya, saya terus akan upgrade,” ujarnya.
Indonesia datang ke Kejuaraan ASEAN Futsal dengan status juara bertahan. Meski demikian, Albagir menegaskan status itu tidak menjadi beban baginya.
“Tidak, bukan (beban), kalau buat saya, bukan jadi satu hal yang beban. Jadi satu hal yang mungkin harusnya kita tingkatkan bagaimana caranya untuk menunjukkan kalau level futsal Indonesia itu semuanya sama,” ujar Albagir.
Untuk peta persaingan di turnamen nanti, Albagir menilai Vietnam dan Thailand masih menjadi lawan berat. Ia melihat kedua tim memiliki karakter permainan berbeda.
“Beda ini sih ya. Kalau Vietnam tahu sendiri di AFF, di AFC, di SEA Games itu dengan intensitas yang tinggi. Kalau Thailand juga intensitas tinggi tapi nggak setinggi Vietnam, lebih ke taktikalnya. Jadi mungkin menghadapinya juga dengan cara yang berbeda,” kata Albagir.
Kembalinya Albagir menambah opsi di sektor penjaga gawang timnas futsal Indonesia. Ia kini berupaya lebih dulu lolos dari proses seleksi akhir sebelum memikirkan target berikutnya bersama tim asuhan Hector Souto.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

