Manchester United Evaluasi Performa Usai Kalah dari Como dalam Laga Pramusim
Liga Inggris

Manchester United Evaluasi Performa Usai Kalah dari Como dalam Laga Pramusim

Manchester United menelan kekalahan 1-4 dari Como 1907 pada Rabu (21/10/2026) di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia. Hasil ini memperburuk situasi Setan Merah setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Liga Premier.

“Jangan-jangan pelatih sekaliber Pep Guardiola pun tak akan berhasil di Manchester United, karena persoalan di klub ini bukan cuma soal pelatih, pemain, dan filosofi bermain.”

Kondisi Manchester United disebut makin tidak menentu setelah bek tengah Lisandro Martinez sempat melontarkan keluhan terhadap manajemen klub. Tiga hari berselang dari hasil seri kontra Leeds United, mereka justru dibantai Como 1907 di Liga Champions.

Como datang ke laga ini dengan status debutan Liga Champions. Klub itu baru dua tahun lalu promosi ke Serie A setelah 104 tahun tak pernah menembus kasta tertinggi Italia.

Meski begitu, Como tampil tanpa beban. Klub yang diakuisisi Djarum Group asal Indonesia pada 2019 itu bermain seperti tim yang sudah terbiasa tampil di panggung Eropa.

Sebaliknya, Manchester United yang memiliki tiga gelar Liga Champions justru terlihat gugup. Permainan mereka juga disebut tidak terorganisasi saat menghadapi tekanan tuan rumah.

Empat gol Como memaksa kiper Senne Lamens berkali-kali memungut bola dari gawangnya. Catatan itu menjadi pencapaian besar bagi klub yang baru musim ini tampil di kompetisi antarklub Eropa.

Sebelumnya, Como juga menang 4-1 atas RB Leipzig pada laga pertama Liga Champions. Pada hari yang sama, Manchester United menang 4-0 atas Sabah FK.

Pada pertandingan kedua, Como kalah 2-3 dari Feyenord. Di saat bersamaan, United juga tumbang 0-2 dari Atletico Madrid.

Perbedaan terlihat setelah hasil itu. Como mampu bangkit dengan menggasak Fiorentina 3-1 di liga, sedangkan Manchester United nyaris kalah saat hanya seri 1-1 melawan Leeds United.

Saat kedua tim bertemu pada pertandingan ketiga Liga Champions, Como kembali menunjukkan kualitasnya. Mereka menang telak 4-1 dan unggul dalam sejumlah statistik penting.

Como mencatat penguasaan umpan sebesar 54 persen. Mereka juga menciptakan sembilan peluang emas, sementara Manchester United hanya menghasilkan empat peluang emas.

Hasil ini memperlihatkan laju perkembangan Como yang lebih cepat. Dua tahun setelah promosi ke Serie A dan lima tahun setelah diakuisisi Djarum Group, klub itu dinilai bergerak lebih progresif.

Di sisi lain, Manchester United belum menunjukkan kemajuan berarti dua tahun setelah Sir Jim Ratclife mengakuisisi hampir 30 persen saham klub. Kekalahan dari Como semakin menambah sorotan terhadap kondisi internal tim.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar