Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League pada 29 September 2026. Kabar itu dikonfirmasi Premier League di Inggris, setelah sebelumnya bocoran laporan muncul pada 25 September.
Klub asuhan Enzo Maresca itu disebut bersalah atas 114 dari 115 tuduhan. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan aturan keuangan Premier League selama sembilan musim.
City dianggap telah membengkakkan pendapatan sponsor selama sembilan musim dengan menggelembungkan nilai kesepakatan-kesepakatan kontrak
Kabar ini menjadi pukulan besar bagi Manchester City. Sebab, tim itu sedang berada dalam performa bagus pada awal musim.
Elliot Anderson sempat menjadi sorotan setelah dibeli Manchester City pada April 2026. Gelandang itu direkrut dengan harga 116 juta pound (Rp2,7 triliun), yang disebut memecahkan rekor transfer Liga Premier musim ini.
Anderson juga tercatat sebagai pemain Liga Inggris termahal ketiga sepanjang masa. Ia berada di bawah Declan Rice dan Jack Grealish, yang juga pernah dibeli City sebelum dijual kepada Everton pada pertengahan tahun ini.
Kontribusi Anderson ikut membantu City tampil sempurna pada awal musim. Manchester City menjadi satu-satunya klub Liga Premier yang selalu menang dalam lima laga pertama musim ini dan memuncaki klasemen.
Namun situasi di dalam klub bisa berubah setelah muncul keputusan dari komisi independen. Laporan itu menyebut City melanggar berbagai aturan berat dalam urusan keuangan.
Bocoran hasil investigasi tersebut pertama kali diberitakan oleh The Athletic, BBC, The Guardian, The Times, dan Sky Sports pada 25 September. Sampai akhir pekan lalu, otoritas Premier League belum memberi keterangan resmi.
Empat hari kemudian, pada 29 September, Premier League akhirnya mengonfirmasi isi bocoran itu. Dalam pernyataan di laman resminya, Premier League menyebut komisi independen telah menyatakan Manchester City FC bersalah atas seluruh tudingan utama.
Tudingan itu berkaitan dengan berbagai pelanggaran aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. City juga dinyatakan bersalah atas hampir semua tuduhan terkait sikap tidak kooperatif selama proses investigasi.
Laporan tersebut juga delapan kali menuliskan kata sham. Dalam Bahasa Indonesia, kata itu berarti palsu atau bisa juga dimaknai abal-abal.
Kasus ini berkaitan dengan era kepemilikan konsorsium City Football Group Limited bentukan Khaldoon Al Mubarak. Sebesar 81 persen saham City Football Group dikuasai oleh Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG).
Dengan konfirmasi resmi dari Premier League, Manchester City kini menghadapi tekanan besar di tengah start sempurna mereka pada musim ini. Kabar tersebut juga berpotensi memengaruhi suasana di ruang ganti yang sebelumnya sedang penuh optimisme.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

