Kapten Inter Milan Lautaro Martinez pada Senin, 6 April 2026, di Jakarta, menegaskan penurunan performa adalah hal wajar bagi pesepak bola. Ia menyampaikan hal itu saat membela rekan setimnya, Alessandro Bastoni, yang sedang mendapat kritik usai kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
“Kami telah menghabiskan bertahun-tahun menjaga Inter di puncak dan kami tidak boleh membiarkan diri kami berhenti. Kami menerima kritik, tetapi penurunan performa bisa terjadi”
Lautaro Martinez memberikan pembelaan atas kritik dan cemooh yang diarahkan kepada Bastoni. Bek tim nasional Italia itu disebut sebagai penyebab kegagalan Italia bersaing di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir pada babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Bastoni menjadi sorotan setelah tampil buruk saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada 1 April lalu. Dalam laga itu, ia menerima kartu merah pada menit ke-41.
Italia kemudian bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Mereka akhirnya tunduk dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti 1-4 setelah bermain imbang 1-1.
Kondisi itu memicu kritik dari publik sepak bola Italia. Bastoni dinilai mengalami penurunan performa dan dijadikan kambing hitam atas kegagalan tersebut.
Lautaro menilai situasi seperti itu tidak seharusnya menghapus kerja keras seorang pemain. Penyerang berjuluk El Toro itu menegaskan para pemain tetap berusaha maksimal setiap hari.
“Kami berlatih setiap hari untuk mendorong diri kami lebih jauh dan memberikan yang terbaik. Saya sangat bangga menyebut mereka (Bastoni dan pemain timnas Italia lain) sebagai rekan satu tim saya,”
Menurut Lautaro, Bastoni dan pemain Inter lainnya yang membela timnas Italia tetap layak mendapat apresiasi. Ia menilai mereka telah menunjukkan komitmen penuh meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan.
“Para pemain Italia tidak pergi ke Piala Dunia, tetapi mereka bekerja dengan kepala tegak dan memberikan segalanya — mereka adalah contoh dan kita dapat melihatnya,” ujar Lautaro.
Pernyataan Lautaro menegaskan dukungannya kepada Bastoni di tengah tekanan yang datang dari publik. Ia juga mengingatkan bahwa kritik adalah bagian dari sepak bola, tetapi penurunan performa bisa dialami siapa saja.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

