Arsenal Jadi Sorotan: Perkembangan Terbaru dan Dampaknya bagi Persaingan Musim IniJadwal Semifinal Piala FA: Chelsea Hadapi Leeds, Manchester City Bertemu SouthamptonKetua Komite Wasit jelaskan alasan gol Dewa United U-20 dinyatakan tidak offsidePep optimistis Man City mampu menghadapi tekanan dalam persaingan perebutan gelar juaraKomite Wasit Tekankan Pentingnya Penambahan Kamera untuk Mendukung Optimalisasi VARPSM Makassar Menang 3-1 atas Persik Kediri, Kian Menjauh dari Zona DegradasiHaaland Senang Manchester City Menang dan Kembali ke Puncak KlasemenHodak Pastikan Persib Bandung Siap Hadapi Arema FC dalam Laga BerikutnyaBali United Naik ke Peringkat Tujuh setelah Menang 1-0 atas PersitaPep Guardiola soroti pentingnya kemenangan tipis 1-0 bagi timnyaArsenal Jadi Sorotan: Perkembangan Terbaru dan Dampaknya bagi Persaingan Musim IniJadwal Semifinal Piala FA: Chelsea Hadapi Leeds, Manchester City Bertemu SouthamptonKetua Komite Wasit jelaskan alasan gol Dewa United U-20 dinyatakan tidak offsidePep optimistis Man City mampu menghadapi tekanan dalam persaingan perebutan gelar juaraKomite Wasit Tekankan Pentingnya Penambahan Kamera untuk Mendukung Optimalisasi VARPSM Makassar Menang 3-1 atas Persik Kediri, Kian Menjauh dari Zona DegradasiHaaland Senang Manchester City Menang dan Kembali ke Puncak KlasemenHodak Pastikan Persib Bandung Siap Hadapi Arema FC dalam Laga BerikutnyaBali United Naik ke Peringkat Tujuh setelah Menang 1-0 atas PersitaPep Guardiola soroti pentingnya kemenangan tipis 1-0 bagi timnya
Gaji Pemain Tersendat, Masalah Lama yang Masih Membayangi Kompetisi Liga Indonesia
Sepakbola Indonesia

Gaji Pemain Tersendat, Masalah Lama yang Masih Membayangi Kompetisi Liga Indonesia

Masalah keterlambatan gaji kembali muncul di Liga Indonesia pada Sabtu, 18 April 2026, di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Sorotan tertuju pada PSBS Biak setelah muncul laporan soal penundaan gaji pemain dan kekurangan fasilitas pendukung.

Kasus itu mencuat setelah pada Rabu (15/4) beredar surat anonim di grup Whatsapp pewarta sepak bola. Surat tersebut ditujukan kepada PSBS Biak, operator liga ILeague, dan PSSI.

Dalam surat itu, para pemain mengeluhkan gaji yang belum diterima selama dua setengah bulan sampai tiga bulan. Keluhan lain juga menyangkut kebutuhan dasar seperti air minum setelah latihan, makanan bagi pemain lokal, kendaraan, dan tempat tinggal.

Salah satu pemain PSBS Biak, Pablo Andrade, sempat mengunggah surat tersebut melalui story di Instagram pribadinya. Namun unggahan itu sudah hilang karena hanya bertahan selama 24 jam.

Kabar tersebut kemudian sampai ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Pada Kamis (16/4), APPI mengonfirmasi bahwa para pemain PSBS Biak sudah tiga bulan tidak mendapat gaji.

APPI menyatakan proses penanganan atas laporan itu masih berjalan sesuai ketentuan hukum. Mereka juga berharap kewajiban klub terhadap para pemain bisa segera diselesaikan.

“operator Liga Indonesia harus tegas dengan persyaratan lisensi yang ada”

Masalah lama yang terus berulang

Keterlambatan gaji bukan persoalan baru di kompetisi sepak bola Indonesia. Kasus serupa sudah beberapa kali muncul, termasuk di level tertinggi.

Publik masih mengingat keluhan pelatih PSM Makassar saat itu, Bernardo Tavares, pada September tahun lalu. Pelatih asal Portugal itu secara terbuka menyampaikan masalah keterlambatan gaji dalam jumpa pers jelang laga melawan Persija Jakarta.

Menjelang dimulainya Super League 2025/2026, tunggakan gaji juga masih ditemukan di beberapa klub peserta. Wakil Ketua APPI Achmad Jufriyanto saat itu menyebut ada 15 pemain dari empat klub berbeda yang upahnya belum dibayarkan.

Baca juga  Madura United Tegaskan Tekad Bertahan di Kasta Tertinggi hingga Akhir Musim

Total tunggakan pembayaran pada kasus tersebut mencapai Rp4,3 miliar. Angka itu menunjukkan persoalan finansial klub belum sepenuhnya terselesaikan sebelum kompetisi dimulai.

Kasus yang paling tragis pernah terjadi pada 2012. Pemain asing asal Paraguay Diego Mendieta wafat setelah jatuh sakit, saat gajinya selama empat bulan belum dibayarkan oleh Persis Solo.

Tak hanya terjadi di kasta tertinggi

Masalah gaji tersendat tidak hanya terjadi di kompetisi level atas. Kasus serupa diyakini juga banyak terjadi di klub-klub divisi Championship atau strata yang lebih rendah.

Namun, persoalan itu jarang muncul ke permukaan. Salah satu penyebabnya, para pemain disebut jarang melaporkan kasus yang mereka alami.

Munculnya laporan dari PSBS Biak kembali memperlihatkan bahwa isu kesejahteraan pemain masih menjadi pekerjaan rumah di Liga Indonesia. Kasus ini juga menambah daftar panjang persoalan keterlambatan gaji yang terus menghantui kompetisi nasional.

Sumber: ANTARA News

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar