Federasi Sepak Bola AS Perpanjang Kontrak Mauricio Pochettino hingga 2030
Piala Dunia

Federasi Sepak Bola AS Perpanjang Kontrak Mauricio Pochettino hingga 2030

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) resmi memperpanjang kontrak Mauricio Pochettino hingga Piala Dunia 2030. Pengumuman itu disampaikan pada Senin (3/8), seperti dikutip dari situs resmi federasi. Kabar tersebut dilaporkan dari Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026 01:43 WIB.

Perpanjangan kontrak ini diberikan setelah pelatih asal Argentina itu membawa tim nasional AS melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Pochettino terikat kontrak hingga berakhirnya turnamen tersebut. Kini, masa kerjanya ditambah empat tahun lagi sampai edisi 2030.

“Mauricio dan staf pelatihnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat. Proyek baru ini memungkinkan kami melanjutkan perkembangan tim nasional putra Amerika Serikat sekaligus menjaga momentum positif U.S. Soccer,” kata CEO U.S. Soccer, JT Batson.

Pochettino mulai menangani Amerika Serikat pada 2024 setelah berpisah dengan Chelsea. Di bawah arahannya, AS mencatat penampilan kuat pada Piala Dunia 2026. Mereka keluar sebagai juara grup setelah mengungguli Australia, Paraguay, dan Turki.

Enam poin yang dikumpulkan di fase grup menjadi raihan terbanyak timnas putra AS sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Catatan itu menjadi salah satu dasar U.S. Soccer memperpanjang kerja sama dengan Pochettino. Federasi menilai tim menjaga tren positif selama turnamen.

Pada fase gugur, Amerika Serikat mengalahkan Bosnia di babak 32 besar. Langkah mereka kemudian terhenti di babak 16 besar setelah kalah 1-4 dari Belgia. Hasil itu menutup perjalanan tim tuan rumah di Piala Dunia 2026.

Pochettino menyambut positif keputusan federasi tersebut. Ia menilai program tim nasional putra Amerika Serikat memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Dukungan suporter selama Piala Dunia juga disebut memperkuat keyakinannya.

“Setelah bekerja sama dengan U.S. Soccer selama dua tahun terakhir, kami semakin yakin bahwa program tim nasional putra memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lebih kuat,” ujar Pochettino.

“Semangat yang kami rasakan dari para suporter sepanjang Piala Dunia semakin menguatkan keyakinan kami tentang apa yang bisa dicapai di sini,” lanjutnya.

Sebelum melatih Amerika Serikat, Pochettino memiliki pengalaman panjang di level klub. Ia pernah membawa Southampton finis di peringkat kedelapan Liga Inggris pada 2013. Saat itu, capaian tersebut menjadi pencapaian terbaik klub di Liga Inggris.

Setelah itu, ia mengantarkan Tottenham Hotspur untuk pertama kalinya tampil di final Liga Champions pada 2019. Pochettino juga membawa Paris Saint-Germain menjuarai Ligue 1 pada 2022. Ia kemudian menangani Chelsea sebelum mengakhiri kerja sama atas kesepakatan bersama pada 2024.

Bersama Chelsea, Pochettino melalui musim yang penuh tantangan. Meski demikian, ia sempat membawa The Blues menutup musim di posisi keenam klasemen Liga Inggris. Setelah itu, ia menerima tugas membesut tim nasional Amerika Serikat.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar