Ernando Ari Sutaryadi melihat Piala Presiden 2026 sebagai kesempatan penting untuk membuka jalan kembali ke Timnas Indonesia. Kiper Persebaya Surabaya itu ingin menunjukkan bahwa ia masih layak masuk dalam rencana skuad Garuda.
Situasi Ernando berubah sejak John Herdman menangani Indonesia. Dalam empat pertandingan internasional pada Maret dan Juni, Herdman belum memanggilnya ke skuad.
Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Awal Ernando Ari
Ernando menyampaikan keinginannya setelah acara jumpa pers Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin. Ia menilai turnamen tersebut bisa memberi ruang untuk membuktikan kondisi dan kualitasnya di lapangan.
“Ya mungkin dengan adanya Piala Presiden (2026) ini bisa jadi ajang pembuktian kalau masih ada kesempatan buat saya, juga mau menunjukkan kalau saya itu masih layak dan juga ingin diberi kesempatan,” kata Ernando.
Piala Presiden 2026 akan berjalan mulai 25 Juli sampai 6 Agustus. Ernando berharap turnamen itu memberi titik awal bagi dirinya untuk kembali menarik perhatian tim pelatih Indonesia.
Ia tetap mengambil sikap hati-hati. Ernando mengakui dirinya belum bisa banyak bicara sebelum tampil dan menunjukkan performa secara langsung.
Cedera Membatasi Kesempatan di Era John Herdman
Ernando menghadapi periode yang tidak ideal saat Indonesia memasuki era baru bersama Herdman. Ia mengalami cedera dan melewatkan enam laga Persebaya di Super League 2025/2026 sejak awal April sampai Mei.
Setelah periode itu, Ernando hanya berada di bangku cadangan dalam dua laga berikutnya bersama Bajul Ijo. Kondisi tersebut membuatnya sulit memperlihatkan kemampuan secara langsung kepada staf pelatih Timnas Indonesia.
Ernando juga belum masuk daftar pemusatan latihan Indonesia di Bali untuk persiapan ASEAN Hyundai Cup 2026. Turnamen itu akan berjalan mulai 24 Juli sampai 26 Agustus. Sebelumnya, Herdman juga tidak memanggilnya ketika memilih 23 pemain untuk TC tahap pertama di Jakarta pada akhir Mei.
Menurut Ernando, cedera menjadi salah satu alasan yang mungkin membuat tim pelatih belum memanggilnya. Ia terakhir menerima Garuda Calling pada Oktober tahun lalu di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat, saat Indonesia masih berada di era Patrick Kluivert.
Nadeo dan Cahya Masuk Pilihan Kiper dari Super League
Untuk posisi penjaga gawang dari Super League, Herdman memilih Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi dalam skuad Garuda. Situasi ini menambah konteks persaingan di posisi kiper Timnas Indonesia, terutama bagi Ernando yang sedang mencoba kembali membangun momentum.
Ernando juga mengaku belum menjalin komunikasi langsung dengan Herdman. Sejauh ini, ia hanya berkomunikasi dengan pelatih kiper Indonesia.
Kontak terakhir dengan pelatih kiper berlangsung sebelum Indonesia menjalani dua laga FIFA Series 2026 pada Maret. Dalam periode itu, Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis dengan hasil 4-0 serta Bulgaria dengan hasil 0-1. Ernando mengatakan cederanya saat itu belum pulih sehingga ia tidak masuk panggilan FIFA Series 2026.
Ernando Ari Pilih Fokus Membuktikan Diri Lebih Dulu
Ernando menegaskan bahwa kesempatan tampil bagus bersama klub menjadi langkah yang harus ia kejar lebih dulu. Ia tidak ingin membuat klaim jauh sebelum kembali bermain dan membuktikan kondisinya.
“Kita lihat nanti, soalnya saya kan belum membuktikan apa-apa. Jadi saya fair aja belum bisa berkata apa-apa. Kalau sudah main, mungkin ada kesempatan, main bagus, dipanggil Alhamdulillah, bonus, nggak dipanggil ya wasyukurillah,” ucap Ernando.
Pernyataan itu menggambarkan posisi Ernando saat ini. Ia ingin kembali ke skuad Garuda, tetapi ia juga memahami bahwa performa di lapangan akan menentukan peluang berikutnya.
Fakta Kunci Ernando Ari dan Agenda Indonesia
- Ernando Ari Sutaryadi merupakan kiper Persebaya Surabaya.
- Ia berusia 24 tahun dan memiliki 13 caps bersama Indonesia.
- John Herdman belum memanggil Ernando dalam empat pertandingan internasional pada Maret dan Juni.
- Indonesia menjalani TC di Bali untuk persiapan ASEAN Hyundai Cup 2026.
- ASEAN Hyundai Cup 2026 akan berjalan mulai 24 Juli sampai 26 Agustus.
- Piala Presiden 2026 akan berlangsung mulai 25 Juli sampai 6 Agustus.
Ernando kini menempatkan Piala Presiden 2026 sebagai momen penting untuk memulai pembuktian. Jika ia kembali tampil dan menunjukkan performa yang ia harapkan, peluang menuju skuad Garuda akan bergantung pada penilaian tim pelatih.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

