Barcelona Tinggalkan Perburuan Julian Alvarez
Direktur olahraga Barcelona, Deco, memastikan klubnya sudah menghentikan upaya merekrut Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas 2026. Kepastian itu disampaikan pada Kamis (24/9) dalam Portugal Football Summit, seperti dikutip AS. Barcelona kini memilih fokus pada opsi yang sudah ada di dalam skuad.
Deco menegaskan Alvarez bukan lagi bagian dari rencana transfer klub Katalan tersebut. Ia juga mendoakan yang terbaik untuk penyerang Atletico Madrid itu di klubnya saat ini.
“Julian Alvarez adalah masa lalu. Kami harus melihat ke depan dan kami bahagia. Saya berharap yang terbaik baginya dan dia bisa membantu klubnya,” kata Deco.
Barcelona sebelumnya memang menjadikan Alvarez sebagai target utama untuk posisi penyerang tengah. Klub membutuhkan sosok baru setelah Robert Lewandowski pergi dengan status bebas transfer dan bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS).
Menurut Deco, Alvarez sesuai dengan profil striker yang dicari Barcelona. Namun, Atletico Madrid sejak awal sudah menegaskan bahwa pemain asal Argentina itu tidak masuk daftar jual.
“Ide kami selalu mendatangkan penyerang dengan pergerakan yang bagus dan kemampuan untuk terhubung dengan pemain lain, dan Julian adalah salah satu pemain seperti itu,” ujar Deco.
“Namun, itu tidak memungkinkan. Kami sudah mengajukan tawaran, tetapi klubnya selalu mengatakan mereka tidak akan menjualnya. Jadi, kami harus mencari solusi lain,” lanjutnya.
Ketertarikan Barcelona terhadap Alvarez sebelumnya juga sempat diungkapkan secara terbuka oleh Presiden Barcelona Joan Laporta. Pernyataan itu lalu memicu respons keras dari Presiden Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marin.
Gil Marin menuduh Barcelona tidak jujur dan menegaskan Alvarez tidak akan pernah dijual ke klub Catalan tersebut. Situasi itu membuat Barcelona akhirnya menghentikan pengejaran mereka.
Selain Alvarez, Barcelona juga sempat mempertimbangkan Lautaro Martinez. Kapten Inter Milan itu masuk dalam daftar penyerang yang dipantau klub.
Namun, proses itu tidak berjalan jauh. Deco mengatakan Barcelona langsung berhenti membahas Lautaro setelah Inter menegaskan sang striker tidak tersedia di pasar transfer.
“Pada satu titik, di antara para striker yang kami pertimbangkan, Lautaro adalah salah satunya. Begitu klub mengatakan kepada kami bahwa dia tidak tersedia, kami bahkan tidak mencoba atau membahasnya lebih lanjut,” kata Deco.
Pada akhirnya, Barcelona mendatangkan Gabriel Jesus sebagai opsi rotasi untuk tim asuhan Hansi Flick. Meski begitu, solusi yang paling menonjol justru datang dari perubahan posisi Raphinha menjadi penyerang tengah.
Perubahan itu memberi dampak besar bagi performa tim. Raphinha mencetak 14 gol dalam delapan pertandingan, termasuk 12 gol dalam tujuh laga LaLiga.
Catatan itu membuat Raphinha memuncaki daftar pencetak gol sementara. Ia berada di atas Lamine Yamal dan Kylian Mbappe.
“Kami senang karena menemukan sisi baru dari Raphinha. Namun, yang lebih penting adalah dia juga bahagia,” tutur Deco.
Barcelona pun kini memilih melangkah dengan komposisi yang ada. Setelah gagal mendapatkan Alvarez dan menghentikan pembicaraan untuk Lautaro Martinez, klub menaruh kepercayaan pada solusi internal serta tambahan pemain yang sudah didatangkan.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

