Madura United bidik kebangkitan pada sisa musim kompetisi
Sepakbola Indonesia

Madura United bidik kebangkitan pada sisa musim kompetisi

Madura United menegaskan ambisi bangkit pada sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. Target utama klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu adalah keluar dari zona degradasi sebelum musim berakhir.

Tekad tersebut disampaikan Manajer Madura United Umar A. Wachdini. Ia menekankan timnya masih memiliki motivasi besar dalam menghadapi sembilan pertandingan tersisa musim ini.

Dikutip dari laman resmi I.League, Umar menyebut salah satu langkah konkret yang ditempuh manajemen adalah melakukan perubahan di kursi pelatih. Madura United kini masih mencari pengganti Carlos Parreira.

Menurut Umar, manajemen sebenarnya hampir mendapatkan tanda tangan Joel Cornelli. Namun, mantan pelatih Arema FC itu batal bergabung dengan Madura United.

“Sementara Coach RB (Rahmat Basuki), yang pimpin latihan. Tapi, misi besar kami jelas, mau bangkit di sisa laga ini. Itu suah jadi atensi dari presiden klub kami, Achsanul Qosasi,” ungkap Umar.

Untuk sementara, tim ditangani pelatih interim Rahmat Basuki. Ia menggantikan posisi Carlos Parreira sambil menunggu pelatih kepala baru ditetapkan.

Tantangan Madura United tidak ringan. Pada kompetisi BRI Super League 2025/2026, mereka masih harus menjalani sembilan laga dengan lawan-lawan yang tidak mudah.

Madura United dijadwalkan menghadapi Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Dewa United Banten FC, Semen Padang FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar.

Di tengah situasi sulit itu, Presiden Madura United Achsanul Qosai sebelumnya juga meminta tim segera menjauh dari zona merah. Harapan itu disampaikan agar Lulinha dan rekan-rekannya tetap bisa tampil di BRI Super League musim depan.

“Ayo bangkit bersama. Jika kami takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kami berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujud,” jelas Achsanul.

Saat ini Madura United berada di peringkat 16 klasemen sementara Super League. Mereka mengoleksi 20 poin dari 25 pertandingan.

Posisi tersebut menempatkan Madura United di zona degradasi. Mereka kalah selisih gol dari Persis Solo yang berada di posisi 15.

Dengan kondisi klasemen yang masih ketat, setiap laga tersisa menjadi sangat penting bagi Madura United. Hasil pada sembilan pertandingan ke depan akan menentukan peluang mereka bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar